RADARKHATULISTIWA- Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) menunjukkan respons cepat dalam menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia terkait pembiasaan budaya bersih di lingkungan aparatur sipil negara (ASN).
Langkah konkret tersebut diwujudkan melalui peluncuran program ASN Kalbar SATSET (Sadar Tangani Sampah untuk Lingkungan Kerja Terjaga).
Program ASN Kalbar SATSET merupakan korve versi Kalimantan Barat, yang dirancang sebagai gerakan kolektif ASN untuk membangun budaya kerja yang bersih, tertib, dan berorientasi pada kualitas pelayanan publik. Melalui program ini, ASN diajak untuk secara sadar mengambil peran aktif menjaga kebersihan lingkungan kerja sebelum memulai aktivitas pelayanan.
Kepala BPSDM Provinsi Kalbar, Windy Prihastari, menegaskan bahwa ASN Kalbar SATSET bukan sekadar kegiatan bersih-bersih, melainkan bagian dari upaya membentuk karakter ASN yang disiplin, peduli lingkungan, serta memiliki rasa tanggung jawab terhadap ruang kerja dan pelayanan kepada masyarakat.
“SATSET ini adalah korve versi Kalbar. Bukan hanya soal kebersihan fisik, tetapi bagaimana kita membangun kesadaran bersama bahwa lingkungan kerja yang bersih akan menciptakan suasana kerja yang sehat, nyaman, dan produktif,” ujar Windy pada Jumat (6/2/2026).
Ia menjelaskan, peluncuran ASN Kalbar SATSET merupakan tindak lanjut langsung atas arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang secara tegas menyerukan perang terhadap sampah dan meminta seluruh instansi pemerintahan menjadikan kebersihan sebagai budaya, dimulai dari lingkungan kerja masing-masing.
Dalam arahannya, Presiden bahkan meminta agar sebelum memulai aktivitas kantor, ASN meluangkan waktu untuk membersihkan ruang kerja. Arahan tersebut menjadi momentum bagi BPSDM Kalbar untuk segera mengambil langkah konkret melalui program SATSET.
“Ini bukan hanya instruksi, tetapi panggilan untuk perubahan budaya. Kita mulai dari hal sederhana, dari meja kerja sendiri, dari kantor kita sendiri,” tegas Windy.
Menurut Windy, SATSET dirancang sebagai gerakan yang mudah diterapkan dan dapat dilakukan secara berkelanjutan. ASN didorong untuk membersihkan meja kerja, ruang kerja, lorong, hingga area sekitar kantor sebagai bentuk tanggung jawab bersama.
Ia menilai, kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten akan membentuk karakter ASN yang lebih disiplin dan profesional. Lingkungan kerja yang bersih juga diyakini akan berdampak langsung terhadap kinerja aparatur serta kenyamanan masyarakat yang datang untuk memperoleh layanan.
“ASN adalah wajah pemerintah. Jika lingkungan kerjanya bersih dan tertata, maka pelayanan publik juga akan terasa lebih baik. Ini bagian dari reformasi birokrasi yang dimulai dari perilaku,” katanya.
BPSDM Kalbar juga mendorong agar ASN Kalbar SATSET tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial atau insidental, tetapi menjadi kebiasaan harian yang melekat dalam budaya kerja di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).
Melalui gerakan ini, BPSDM Kalbar berharap tercipta lingkungan kerja yang bersih, sehat, dan berkelanjutan, sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif ASN bahwa menjaga kebersihan adalah bagian dari tanggung jawab moral dan profesional sebagai pelayan publik.
Dengan diluncurkannya ASN Kalbar SATSET, Pemerintah Provinsi Kalbar menegaskan komitmennya untuk menjalankan arahan Presiden secara nyata, dimulai dari hal paling mendasar, yakni membangun budaya bersih dan disiplin di lingkungan kerja ASN. (*)

