Perkuat Sinergi Pemda dan Serikat Pekerja

Sinergi Pemkot Pontianak dan Serikat Pekerja Diperkuat Jelang Hari Buruh Internasional 2026

RADARKHATULISTIWA – Forkopimda Kota Pontianak memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan serikat pekerja dan buruh melalui rapat koordinasi yang digelar menjelang Hari Buruh Internasional, Jumat (24/4/2026). Forum tersebut menjadi ruang dialog antara pemerintah, aparat keamanan, dan organisasi pekerja untuk membahas berbagai persoalan ketenagakerjaan di Kota Pontianak.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan pertemuan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam membangun komunikasi yang sehat dengan para pekerja. Menurutnya, kesejahteraan pekerja tidak hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, tetapi memerlukan kerja sama antara pemerintah, dunia usaha, dan serikat pekerja. Dalam forum tersebut pemerintah kota menerima berbagai masukan dari serikat pekerja, terutama terkait hak dan kewajiban pekerja. Ia berharap komunikasi yang terbangun dapat menjadi dasar untuk menyelesaikan persoalan ketenagakerjaan secara bersama-sama.

“Bagaimana kita membangun sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan para pekerja agar bersama-sama meningkatkan kesejahteraan. Kalau komunikasi ini terjalin dengan baik, tentu akan berdampak pada peningkatan pertumbuhan ekonomi, IPM, dan indikator pembangunan lainnya,” kata Wali Kota.

Beberapa isu yang mengemuka dalam dialog tersebut di antaranya hak pekerja yang belum terpenuhi, upah yang tidak sesuai, keterlambatan pembayaran, hingga pemutusan hubungan kerja secara sepihak. Meski pengawasan ketenagakerjaan menjadi kewenangan pemerintah provinsi, Edi menegaskan Pemkot Pontianak tetap akan melakukan koordinasi agar persoalan tersebut dapat ditangani secara tepat.

“Pengawasan memang menjadi kewenangan pemerintah provinsi, namun kami tetap melakukan koordinasi. Intinya kolaborasi dan sinergi harus terus ditingkatkan,” jelasnya.

Kapolresta Pontianak Kombes Pol Endang Tri Purwanto menyampaikan bahwa pihak kepolisian juga terus membangun komunikasi dengan serikat pekerja dan buruh menjelang peringatan Hari Buruh Internasional pada 1 Mei 2026. Menurutnya, pendekatan dialog menjadi cara yang baik untuk menjaga suasana tetap kondusif.

“Kami mengedepankan pendekatan dialog dibandingkan aksi. Seperti kegiatan hari ini, dilakukan melalui tatap muka dan diskusi, dan disambut positif oleh para ketua serikat pekerja dan buruh,” ungkapnya.

Ia menambahkan, ke depan forum seperti ini akan kembali diagendakan dengan melibatkan lebih banyak pihak, termasuk organisasi dunia usaha seperti PHRI dan Apindo, agar pembahasan persoalan ketenagakerjaan menjadi lebih komprehensif.

Sementara itu, Koordinator Wilayah (Korwil) Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Kalbar Suherman mengapresiasi langkah Wali Kota Pontianak dan Kapolresta yang memfasilitasi ruang dialog bagi serikat pekerja. Menurutnya, forum tersebut menjadi sarana penting untuk menyampaikan aspirasi secara langsung dan konstruktif.

“Kami mengapresiasi Kapolresta dan Wali Kota yang telah memfasilitasi dialog ini, karena melalui dialog aspirasi kami bisa tersampaikan,” tuturnya.

Ia menegaskan, aliansi serikat pekerja dan buruh berkomitmen menjaga kondusivitas di Kalimantan Barat, khususnya Kota Pontianak. Aspirasi pekerja, lanjutnya, akan tetap disampaikan secara elegan melalui dialog sosial.

“Kami berkomitmen menjaga kondusivitas. Aspirasi akan kami sampaikan secara elegan melalui dialog sosial,” pungkasnya.

Sinergi Pemkot Pontianak dan Serikat Pekerja Diperkuat Jelang Hari Buruh Internasional 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *