Pasien Indonesia di Kuching Meningkat, Kanker dan Jantung Dominasi Layanan Spesialis
Dr. Candrati mengungkapkan bahwa meningkatnya jumlah kasus gangguan tulang belakang tidak terlepas dari perubahan pola hidup masyarakat modern.
RADARKHATULISTIWA- Rumah sakit spesialis di Kuching, Malaysia, terus menjadi salah satu tujuan utama masyarakat Indonesia, khususnya warga Kalimantan Barat, yang membutuhkan layanan kesehatan lanjutan. Salah satu fasilitas kesehatan yang banyak menerima pasien asal Indonesia adalah Timberland Medical Centre.
Berbagai penyakit spesialis ditangani di rumah sakit tersebut, dengan kasus kanker, penyakit jantung, gangguan tulang belakang, hingga penyakit saluran pencernaan menempati posisi teratas dalam jumlah kunjungan pasien.
Indonesia Country Manager IHH Healthcare Malaysia, dr. Candrati Sukardji, menjelaskan bahwa layanan onkologi atau penanganan kanker menjadi salah satu bidang yang paling banyak dimanfaatkan oleh pasien Indonesia.
Selain itu, layanan kardiologi untuk penyakit jantung, ortopedi, bedah saraf, serta gastroenterologi juga termasuk dalam kategori layanan spesialis yang memiliki tingkat kunjungan tinggi dari masyarakat Indonesia.
Menurutnya, sebagian besar pasien kanker yang datang ke rumah sakit tersebut menjalani program kemoterapi sebagai bagian dari terapi pengobatan.
Sementara itu, fasilitas radioterapi saat ini masih dalam tahap pengembangan dan direncanakan akan tersedia melalui pembangunan Gleneagles Hospital Kuching yang ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2029.
Pada bidang ortopedi dan bedah saraf, keluhan yang paling sering ditemukan berkaitan dengan gangguan pada tulang belakang. Pasien umumnya datang dengan masalah nyeri punggung kronis, saraf terjepit, hingga berbagai gangguan lain yang disebabkan oleh tekanan pada struktur tulang belakang. Kondisi tersebut tidak hanya dialami oleh kelompok usia lanjut, tetapi juga mulai banyak ditemukan pada masyarakat usia produktif.
Dr. Candrati mengungkapkan bahwa meningkatnya jumlah kasus gangguan tulang belakang tidak terlepas dari perubahan pola hidup masyarakat modern.
Berat badan berlebih menjadi salah satu faktor yang paling sering berkontribusi terhadap munculnya masalah pada tulang belakang karena meningkatkan tekanan yang harus ditanggung oleh sistem penyangga tubuh tersebut setiap hari.
Selain faktor berat badan, kebiasaan melakukan aktivitas fisik dengan teknik yang kurang tepat juga menjadi penyebab utama. Aktivitas seperti mengangkat barang berat tanpa posisi tubuh yang benar, duduk terlalu lama, serta kurangnya olahraga dapat mempercepat terjadinya gangguan pada tulang dan saraf tulang belakang.
Di sisi lain, penyakit saluran pencernaan juga termasuk keluhan yang cukup banyak ditangani. Salah satu kondisi yang paling sering ditemukan adalah gastroesophageal reflux disease (GERD), yaitu gangguan yang terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan. Kondisi ini umumnya berkaitan dengan tingkat stres yang tinggi, pola makan yang tidak teratur, kurangnya waktu istirahat, serta konsumsi minuman berkafein secara berlebihan.
Faktor makanan juga berperan penting dalam memperburuk kondisi tersebut. Konsumsi makanan pedas, makanan berminyak, serta produk pangan yang mengandung bahan pengawet dan zat tambahan tertentu diketahui dapat memicu peningkatan keluhan pada lambung dan saluran pencernaan.
Sementara itu, pada kelompok pasien perempuan, dua jenis kanker yang paling sering ditemukan adalah kanker payudara dan kanker serviks. Kedua penyakit tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan, mulai dari faktor keturunan atau genetik, kondisi sistem kekebalan tubuh, hingga paparan zat-zat tertentu dari lingkungan yang berpotensi memicu pertumbuhan sel kanker. Meski demikian, para ahli menjelaskan bahwa penyebab pasti munculnya kanker dalam banyak kasus tidak selalu dapat diidentifikasi secara spesifik.
Tingginya jumlah pasien Indonesia yang berobat ke Kuching menunjukkan adanya peningkatan kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan spesialis, pemeriksaan lanjutan, maupun pencarian pendapat medis kedua (second opinion). Fenomena ini terlihat terutama pada masyarakat Kalimantan Barat yang memiliki akses geografis relatif dekat dengan Kuching dibandingkan dengan sejumlah kota besar lainnya.
Data dari IHH Healthcare Malaysia menunjukkan bahwa sekitar 35 persen pasien yang mendapatkan layanan di Timberland Medical Centre berasal dari Indonesia.
Dari jumlah tersebut, sekitar 80 persen merupakan warga Kalimantan Barat. Kedekatan lokasi, kemudahan akses transportasi, serta ketersediaan layanan kesehatan spesialis menjadi faktor utama yang membuat Kuching terus menjadi salah satu destinasi rujukan kesehatan bagi masyarakat Indonesia, khususnya yang berada di wilayah perbatasan dan Pulau Kalimantan. (*)





