DWP Kalbar dan YKI Beri Semangat Anak Pejuang Kanker di RSUD dr. Soedarso
RADARKHATULISTIWA- Suasana hangat dan penuh haru menyelimuti ruang perawatan kanker anak di RSUD dr. Soedarso Pontianak saat Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Kalimantan Barat, Windy Prihastari Harisson, bersama jajaran pengurus DWP Provinsi Kalbar dan Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Kalbar mengunjungi para pasien, Selasa (30/6/2026).
Kunjungan tersebut bukan sekadar membagikan bingkisan, tetapi menjadi bentuk nyata kepedulian sosial untuk menghadirkan semangat, harapan, dan dukungan moral bagi anak-anak pejuang kanker beserta keluarga yang setia mendampingi proses pengobatan mereka.
Kegiatan yang telah menjadi agenda rutin tersebut disambut antusias oleh para pasien dan orang tua. Puluhan bingkisan diserahkan kepada anak-anak yang sedang menjalani perawatan.
Senyum bahagia dari para pejuang kecil saat menerima hadiah menciptakan suasana penuh kehangatan di tengah perjuangan panjang yang mereka hadapi melawan penyakit.
Ketua DWP Provinsi Kalimantan Barat yang juga menjabat sebagai Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Kalbar, Windy Prihastari Harisson, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen organisasi untuk terus mendampingi anak-anak penderita kanker melalui dukungan sosial dan emosional.
Menurutnya, kolaborasi antara DWP Provinsi Kalbar dan YKI Cabang Kalbar tidak hanya bertujuan memberikan bantuan, tetapi juga memastikan anak-anak serta keluarga pasien merasakan bahwa mereka tidak berjuang sendirian dalam menghadapi proses pengobatan yang panjang.
“Kami berkolaborasi antara Dharma Wanita Persatuan dan Yayasan Kanker Indonesia Cabang Kalimantan Barat. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada RSUD dr. Soedarso yang selalu membuka ruang bagi kami untuk datang menyemangati anak-anak pejuang kanker,” ujar Windy.
Ia menuturkan, dukungan moral memang tidak dapat menggantikan peran pengobatan medis, namun memiliki arti yang sangat besar dalam menjaga semangat para pasien anak maupun keluarga yang setiap hari mendampingi mereka menjalani terapi.
Windy mengaku terharu melihat semangat anak-anak yang tetap mampu tersenyum meski sedang menghadapi cobaan berat. Baginya, keceriaan para pasien justru menjadi motivasi bagi seluruh pengurus DWP dan YKI untuk terus hadir memberikan perhatian.
“Tadi kita melihat sendiri, walaupun mereka sedang menghadapi cobaan yang berat, anak-anak ini tetap ceria. Itu yang membuat kami ikut terharu sekaligus semakin bersemangat untuk terus hadir menemani mereka,” katanya.
Ia menambahkan, perhatian sederhana seperti memberikan bingkisan, berbincang, bermain, dan meluangkan waktu bersama anak-anak memiliki dampak positif terhadap kondisi psikologis pasien maupun keluarga.
“Yang bisa kami lakukan adalah memberikan semangat. Kami ingin anak-anak dan orang tua mereka merasa tidak sendirian, bahwa masih banyak yang peduli dan terus mendoakan mereka,” tuturnya.
Selain memberikan dukungan kepada pasien, Windy juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan RSUD dr. Soedarso yang dinilai terus meningkatkan kualitas pelayanan bagi anak-anak penderita kanker di Kalimantan Barat.
“Kalau dari sisi pelayanan medis, kami melihat penanganan di RSUD dr. Soedarso sudah sangat baik dan terus berkembang. Karena itu kami ingin melengkapinya dengan pendampingan sosial melalui kegiatan seperti ini,” jelasnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga semakin banyak keluarga pasien yang memperoleh dukungan moral selama menjalani proses pengobatan.
“Program ini rutin kami laksanakan. Bingkisan yang kami berikan memang sederhana, tetapi harapan kami bisa membawa kebahagiaan bagi anak-anak dan menjadi penyemangat bagi orang tua mereka. Bahkan beberapa orang tua sering menghubungi kami untuk mengucapkan terima kasih. Itu menjadi penyemangat bagi kami untuk terus hadir,” ucap Windy.
Sementara itu, Dokter Spesialis Anak RSUD dr. Soedarso, dr. Nevita, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sekitar 50 anak yang sedang menjalani pengobatan kanker di rumah sakit tersebut. Seluruh pasien berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Barat karena RSUD dr. Soedarso merupakan rumah sakit rujukan utama untuk penanganan kanker anak di provinsi tersebut.
“Saat ini ada sekitar 50 anak yang sedang menjalani perawatan di RSUD dr. Soedarso. Pasien berasal dari berbagai daerah di Kalbar karena rumah sakit ini menjadi salah satu pusat rujukan penanganan kanker anak,” jelasnya.
Menurut dr. Nevita, jenis kanker yang paling banyak ditangani adalah leukemia, yang memerlukan proses terapi dalam jangka waktu panjang. Untuk meningkatkan kualitas layanan, RSUD dr. Soedarso menjalin kerja sama dengan Rumah Sakit Kanker Dharmais melalui program supervisi rutin oleh dokter spesialis setiap bulan.
“Setiap bulan dokter ahli datang untuk melakukan supervisi sekaligus membantu terapi pasien. Ini sangat membantu peningkatan kualitas layanan kami,” katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus memberikan dukungan terhadap pengembangan layanan kanker anak melalui pengadaan peralatan medis, peningkatan fasilitas, serta penguatan kemampuan diagnosis sehingga pelayanan kepada pasien dapat terus berkembang.
“Pemerintah daerah terus mendukung melalui pengadaan alat dan penguatan penegakan diagnosis. Untuk pelayanan kanker anak di Kalbar saat ini sudah berkembang dengan sangat baik dan kami sangat bersyukur atas dukungan tersebut,” ungkap dr. Nevita.
Apresiasi juga disampaikan Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD dr. Soedarso, dr. Batara Hendra Putra Sianipar, yang menilai kehadiran DWP Provinsi Kalbar dan YKI Cabang Kalbar memberikan energi positif, baik bagi pasien maupun tenaga kesehatan.
“Atas nama seluruh jajaran RSUD dr. Soedarso, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kunjungan ini. Kehadiran Ibu Windy dan rombongan menjadi penyemangat bagi kami dalam memberikan pelayanan terbaik kepada pasien,” ujarnya.
Menurut Batara, dukungan dari berbagai organisasi sosial memiliki arti penting karena mampu meningkatkan optimisme keluarga pasien yang setiap hari mendampingi anak-anak mereka menjalani proses pengobatan.
“Kegiatan seperti ini memberikan motivasi kepada orang tua bahwa mereka tidak berjuang sendiri. Ada banyak pihak yang peduli terhadap perjuangan mereka mendampingi anak-anak menjalani pengobatan,” katanya.
Ia berharap kolaborasi serupa terus berlanjut dan semakin banyak elemen masyarakat yang ikut memberikan dukungan kepada anak-anak pejuang kanker di Kalimantan Barat.
“Semoga kolaborasi seperti ini terus berlanjut sehingga semakin banyak anak-anak yang tetap semangat menjalani pengobatan dan keluarga mereka semakin kuat menghadapi setiap proses penyembuhan,” pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, DWP Provinsi Kalimantan Barat juga memperkuat sinergi dengan BKKBN melalui Program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA).
Program tersebut bertujuan meningkatkan kualitas layanan Taman Penitipan Anak (TPA) agar menjadi tempat yang lebih aman, nyaman, dan berkualitas bagi tumbuh kembang anak.
Melalui program ini, para orang tua yang bekerja diharapkan dapat menjalankan aktivitas dengan lebih tenang karena anak-anak memperoleh pengasuhan yang baik, edukatif, dan sesuai dengan standar perlindungan anak.
Melalui berbagai program sosial tersebut, DWP Provinsi Kalimantan Barat menunjukkan komitmennya untuk terus hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Tidak hanya melalui dukungan kepada anak-anak pejuang kanker dan keluarganya, tetapi juga melalui upaya memperkuat perlindungan, pengasuhan, dan tumbuh kembang anak sebagai bagian dari investasi menuju generasi yang sehat, tangguh, dan berkualitas. (*)





