Pemprov Kalbar Dorong Warga Budidaya Ikan di Pekarangan untuk Cegah Stunting

Erlina Norsan Ajak Warga Kalbar Manfaatkan Pekarangan untuk Budidaya Ikan

RADARKHATULISTIWA-Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mengajak masyarakat memanfaatkan lahan di sekitar rumah untuk membudidayakan ikan.

Langkah tersebut didorong sebagai upaya meningkatkan konsumsi ikan, memenuhi kebutuhan protein keluarga, sekaligus mendukung pencegahan stunting di Kalbar.

Ajakan itu disampaikan Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (FORIKAN) Provinsi Kalimantan Barat sekaligus Ketua TP-PKK Kalbar, Erlina Norsan, saat menjadi narasumber dalam talk show yang merupakan bagian dari rangkaian Pekan Produk Kelautan dan Perikanan.

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kalimantan Barat selama tiga hari di Halaman Galeri Arsip Provinsi Kalbar. Dalam kegiatan tersebut, DKP Kalbar menghadirkan 12 stan yang berkaitan dengan sektor kelautan dan perikanan.

Berbagai stan tersebut tidak hanya menjadi ruang untuk memperkenalkan produk perikanan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi bagi masyarakat mengenai potensi sektor kelautan dan perikanan di Kalimantan Barat.

Pekarangan Rumah Bisa Jadi Tempat Budidaya Ikan

Erlina Norsan mengatakan masyarakat tidak harus memiliki lahan luas atau mengeluarkan modal besar untuk mulai membudidayakan ikan.

Menurutnya, pekarangan yang tersedia di sekitar rumah dapat dimanfaatkan secara sederhana untuk menyediakan sumber pangan bagi keluarga.

“Intinya adalah tujuan kami bagaimana mengedukasi ke masyarakat dan mengenalkan kepada anak-anak mahasiswa supaya bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat sekitarnya bagaimana pekarangan rumah dapat dimanfaatkan sebagai budidaya ikan,” kata Erlina.

Menurut Erlina, upaya edukasi tersebut nantinya juga melibatkan mahasiswa Politeknik. Para mahasiswa akan diberikan peran untuk ikut menyampaikan informasi kepada masyarakat mengenai pemanfaatan pekarangan melalui kegiatan budidaya ikan.

Edukasi tersebut ditargetkan dapat menjangkau masyarakat di 14 kabupaten/kota di Kalimantan Barat, sehingga pemanfaatan lahan pekarangan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga dapat semakin luas.

“Kita mengajak masyarakat bahwa sebenarnya tidak perlu modal besar yang digunakan, pekarangan cukup dimanfaatkan,” ujarnya.

Budidaya Ikan Didorong untuk Penuhi Protein Keluarga

Pemanfaatan pekarangan, kata Erlina, tidak hanya diarahkan untuk budidaya ikan. Masyarakat juga dapat mengembangkan berbagai tanaman pangan yang memiliki manfaat dan kandungan gizi untuk kebutuhan keluarga.

Dengan memanfaatkan lahan yang tersedia, keluarga diharapkan dapat memiliki sumber pangan yang lebih mudah dijangkau sekaligus mendukung pola konsumsi makanan bergizi.

Ikan menjadi salah satu sumber protein yang didorong untuk lebih banyak dikonsumsi masyarakat. Peningkatan konsumsi ikan dinilai dapat membantu memenuhi kebutuhan protein anak dalam masa pertumbuhan.

Upaya tersebut juga berkaitan dengan agenda pemerintah dalam menekan angka stunting di Kalimantan Barat.

“Selain itu kita menekan stunting perlu kita perhatikan karena stunting salah satu indikator prioritas untuk kita dari Kalimantan Barat ini melalui PKK Provinsi bagaimana kita betul-betul dengan perikanan ini dapat menekan angka stunting di Kalbar,” jelas Erlina.

Pemprov Kalbar Fokus Edukasi Masyarakat

Untuk tahap awal, Erlina mengatakan pihaknya masih memprioritaskan kegiatan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat yang memiliki pekarangan.

Sementara kemungkinan adanya dukungan berupa bantuan sarana budidaya, termasuk pakan ikan, akan dibahas dan dipertimbangkan lebih lanjut sesuai kebutuhan.

“Yang jelas kami melakukan edukasi dulu sosialisasi dulu kepada masyarakat yang mempunyai pekarangan,” jelasnya.

Menurutnya, perubahan kebiasaan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan keluarga perlu dimulai dari pemahaman mengenai potensi sumber daya yang tersedia di lingkungan tempat tinggal.

Ria Norsan Ajak Orang Tua Biasakan Anak Makan Ikan

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mengajak para orang tua, terutama ibu, untuk membiasakan anak mengonsumsi ikan sebagai bagian dari pola makan sehari-hari.

“Ya, jadi kita mengajak ibu-ibu terutama untuk memberi anaknya makan ikan,” kata Ria Norsan.

Ia mengatakan masyarakat tidak perlu terpaku pada jenis ikan tertentu. Menurutnya, berbagai jenis ikan dapat dikonsumsi selama kondisinya segar dan diolah dengan baik.

“Ikan apa saja boleh. Yang penting ikan segar supaya anaknya mendapat protein daripada ikan itu dan tidak sampai terjadi stunting,” ujarnya.

Dorong Konsumsi Ikan di Kalimantan Barat

Kolaborasi antara DKP Kalbar, TP-PKK, FORIKAN, dan mahasiswa diharapkan dapat memperluas edukasi mengenai pentingnya konsumsi ikan dan pemanfaatan pekarangan.

Program tersebut juga menjadi salah satu pendekatan untuk mendorong keluarga memenuhi kebutuhan pangan bergizi secara mandiri.

Bagi masyarakat di Pontianak, Kubu Raya, Singkawang, Mempawah, Sambas, Bengkayang, Landak, Sanggau, Sekadau, Sintang, Ketapang, Kayong Utara, Melawi, hingga Kapuas Hulu, pemanfaatan pekarangan dapat disesuaikan dengan kondisi lahan dan kemampuan masing-masing keluarga.

Dengan edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa lahan sederhana di sekitar rumah dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan sumber pangan, termasuk ikan dan tanaman bergizi.

Pada akhirnya, peningkatan konsumsi ikan tidak hanya diharapkan berdampak pada pemenuhan protein keluarga, tetapi juga mendukung upaya bersama dalam meningkatkan kualitas gizi anak dan menekan angka stunting di Kalimantan Barat. (*)

Iklan