RADARKHATULISTIWA- Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat terus diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta.

Salah satu dukungan datang dari perusahaan perkebunan kelapa sawit First Resources Group (FRG) Regional Kalimantan Barat yang menyalurkan sejumlah peralatan pemadam untuk membantu masyarakat menghadapi potensi karhutla di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Sebanyak 17 set lengkap mesin pompa air (water pump) disiapkan untuk didistribusikan ke sejumlah desa yang berada di sekitar unit usaha First Resources Group di Kalimantan Barat.

Dari total bantuan tersebut, sebanyak 3 set mesin pompa air akan dikirim ke Kabupaten Sanggau, sedangkan 14 set lainnya dialokasikan untuk Kabupaten Ketapang. Seluruh bantuan tersebut bersumber dari program Corporate Social Responsibility (CSR) First Resources Group Regional Kalimantan Barat.

Bantuan yang disalurkan bukan hanya berupa mesin pompa air. Setiap unit diberikan dalam kondisi lengkap dengan sejumlah perlengkapan pendukung, di antaranya selang, nozzle, adapter, dan filter sehingga dapat langsung digunakan ketika masyarakat membutuhkan peralatan untuk melakukan penanganan kebakaran.

Senior Manager General Affair First Resources Group Regional Kalimantan Barat, Robin Sianturi, membenarkan bahwa pihaknya mulai mendistribusikan 17 set peralatan tersebut ke sejumlah wilayah yang berada di sekitar unit operasional perusahaan.

Robin mengatakan bantuan tersebut dikirim pada Minggu (6/9/2026) dengan harapan peralatan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat, khususnya untuk mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla sejak dini.

“Ke Sanggau kita kirim 3 set dan Ketapang 14 set lengkap, pada hari ini juga, dengan harapan mesin ini bisa diberdayakan oleh masyarakat,” kata Robin, Minggu (6/9/2026) sore.

Menurut Robin, bantuan mesin pompa air tersebut nantinya akan menjadi aset desa sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat secara berkelanjutan. Keberadaan peralatan itu diharapkan dapat mempercepat respons apabila terjadi kebakaran di wilayah desa, terutama ketika api masih dalam skala kecil dan memungkinkan dilakukan penanganan secara cepat.

“Unit set lengkap mesin pompa air ini nantinya akan jadi aset desa, yang dapat dimanfaatkan deteksi dan penanggulangan secara dini jika terjadi kebakaran, selain itu tentunya juga bisa dimanfaatkan untuk irigasi pertanian,” ujarnya.

Dengan status sebagai aset desa, peralatan tersebut tidak hanya dipersiapkan untuk menghadapi ancaman karhutla. Mesin pompa air juga dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat lainnya, termasuk membantu kegiatan pertanian yang membutuhkan dukungan pengairan.

Robin berharap bantuan melalui program CSR tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. Ia juga berharap dukungan tersebut dapat memperkuat hubungan dan komunikasi antara perusahaan dengan masyarakat desa yang berada di sekitar unit usaha First Resources Group.

“Kami berharap bantuan CSR ini dapat bermanfaat bagi masyarakat dan mempererat tali silaturahmi antara perusahaan dan masyarakat desa sekitar,” ujarnya.

Siagakan Empat Regu Damkar 24 Jam

Selain memberikan bantuan berupa mesin pompa air kepada masyarakat, First Resources Group Regional Kalimantan Barat juga masih melakukan upaya penanggulangan karhutla melalui kesiapsiagaan tim pemadam kebakaran internal perusahaan.

Robin mengatakan pihaknya menyiagakan personel pemadam kebakaran selama 24 jam secara bergantian untuk merespons apabila terjadi kebakaran, baik di wilayah perkebunan perusahaan maupun kawasan sekitar yang membutuhkan bantuan.

“Ada 4 regu Damkar yang kita siagakan untuk membantu pemadaman kebakaran. Itu siaga selama 8 jam secara bergantian, termasuk dengan peralatan mesin pompa dan mobil Damkar serta mobil water tank kapasitas 20 ribu liter untuk mendukung saat penyemprotan pemadaman kebakaran,” katanya.

Empat regu tersebut bekerja secara bergantian dengan sistem siaga selama delapan jam. Selain dukungan personel, perusahaan juga menyiapkan sejumlah peralatan untuk menunjang proses pemadaman, mulai dari mesin pompa air, mobil pemadam kebakaran, hingga kendaraan tangki air dengan kapasitas mencapai 20 ribu liter.

Ketersediaan peralatan tersebut menjadi bagian dari kesiapsiagaan perusahaan dalam menghadapi kondisi kebakaran, khususnya pada saat musim kering ketika potensi kebakaran hutan dan lahan dapat meningkat.

Robin menegaskan, upaya penanganan karhutla tidak dilakukan secara sendiri oleh pihak perusahaan. Dalam menjalankan kegiatan pemadaman, tim internal perusahaan juga membangun koordinasi dengan berbagai unsur yang memiliki kewenangan dan kapasitas dalam penanggulangan bencana.

“Kita juga bersinergi dengan anggota Polri, TNI serta BPBD dan lainnya,” katanya.

Menurutnya, personel pemadam kebakaran yang disiagakan perusahaan tidak hanya difokuskan untuk menangani kebakaran yang terjadi di areal perkebunan milik perusahaan. Apabila terjadi kebakaran di lahan atau kebun masyarakat yang berada di sekitar wilayah operasional dan membutuhkan bantuan, tim juga dapat turut melakukan penanganan.

“Karena 4 regu yang kita bentuk ini tak hanya padamkan karhutla di kebun kita, tapi juga milik kebun milik masyarakat,” pungkasnya.

Dukungan peralatan kepada desa dan kesiapsiagaan personel pemadam tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat penanganan karhutla melalui kerja sama lintas pihak. Dengan adanya peralatan yang dapat digunakan langsung oleh masyarakat serta dukungan tim pemadam perusahaan, respons terhadap kejadian kebakaran diharapkan dapat dilakukan lebih cepat sebelum api meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar. (*)

Iklan