27 Wisatawan Senior Singapura Tuntaskan Tur 5 Hari di Kalbar di Tengah Kabut Asap

27 Wisatawan Senior Singapura Tuntaskan Tur 5 Hari di Kalbar di Tengah Kabut Asap
RADARKHATULISTIWA – Sebanyak 27 wisatawan senior asal Singapura berhasil menuntaskan perjalanan wisata selama lima hari di Kalimantan Barat pada 3–7 Oktober 2026.
Di tengah kondisi kabut asap yang memengaruhi kualitas udara, rombongan tetap mengunjungi sejumlah destinasi budaya dan kuliner di Pontianak serta Singkawang dengan mengutamakan keselamatan dan kesehatan.

Rombongan tersebut merupakan peserta perjalanan dari Silver Horizon Travel Cooperative, koperasi perjalanan pertama di Singapura yang secara khusus melayani wisatawan lanjut usia. Salah satu hal yang menarik perhatian, peserta tertua dalam rombongan itu telah berusia 98 tahun.

Keberhasilan perjalanan ini menunjukkan pentingnya perencanaan dan koordinasi dalam penyelenggaraan wisata, khususnya bagi wisatawan senior yang membutuhkan perhatian lebih terhadap kondisi kesehatan dan lingkungan.

Managing Director ISE Trave Singapore, Jimmy Ooi, mengatakan keselamatan selalu menjadi prioritas utama dalam setiap perjalanan, terutama ketika peserta didominasi wisatawan lanjut usia.

“Keselamatan selalu menjadi perhatian utama kami bagi para pelanggan, terutama wisatawan senior,” ujar Jimmy Ooi.

Ia menjelaskan, para peserta memiliki keinginan kuat untuk mengunjungi Pontianak dan Singkawang. Karena itu, pihaknya menjalin koordinasi erat dengan Julia Goh agar perjalanan tetap berjalan aman dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan seluruh peserta.

Adapun pelaksanaan operasional dan pengaturan logistik selama berada di Kalimantan Barat dipercayakan kepada PT Berjaya Tour & Travel yang dipimpin Julia Goh selaku direktur.

Selama tur berlangsung, penyelenggara memantau indeks kualitas udara secara berkala. Jadwal kegiatan luar ruang juga disesuaikan apabila diperlukan untuk mengurangi paparan kabut asap dan menjaga kenyamanan wisatawan.

Koordinasi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan perjalanan tetap berlangsung sesuai rencana tanpa mengabaikan faktor keselamatan.

Pemerintah Daerah Dukung Koordinasi Pariwisata

Pelaksanaan tur wisatawan internasional tersebut turut mendapat perhatian pemerintah daerah melalui jajaran pejabat pariwisata Provinsi Kalimantan Barat. Pertemuan dilakukan untuk membahas pelaksanaan perjalanan di tengah kondisi kualitas udara yang menurun.

Pertemuan tersebut dihadiri Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Bader Sasmara dan Kepala Bidang Ekonomi Kreatif, Sarana, dan Prasarana Provinsi Kalimantan Barat Mery Corunia Lamintang. Keduanya bertemu dengan Jimmy Ooi dan Julia Goh untuk membicarakan pelaksanaan tur.

John Tan, anggota komite sekaligus ketua rombongan Silver Horizon Travel Cooperative, juga hadir dan memberikan masukan terkait kegiatan wisata tersebut.

Bader dan Mery mengapresiasi keterbukaan informasi serta koordinasi yang dilakukan oleh penyelenggara selama perjalanan berlangsung. Menurut mereka, komunikasi yang cepat antara pemerintah dan pelaku industri pariwisata diperlukan agar seluruh pihak memperoleh informasi terkini mengenai kondisi lingkungan.

Dengan koordinasi yang baik, penyelenggara dapat mengambil langkah penyesuaian terhadap jadwal dan aktivitas wisata sesuai perkembangan kualitas udara di daerah tujuan.

Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Barat juga menyampaikan apresiasi kepada agen perjalanan yang telah membawa wisatawan Singapura berkunjung ke Kalbar meskipun kondisi udara sedang kurang bersahabat.

Kunjungan Wisata Diharapkan Dorong Ekonomi Lokal

Kunjungan wisatawan mancanegara diharapkan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat. Aktivitas pariwisata dapat mendorong perputaran ekonomi melalui berbagai sektor pendukung, mulai dari transportasi, kuliner, hingga usaha yang berkaitan dengan destinasi wisata.

Pemerintah daerah berharap agen perjalanan terus memperkenalkan berbagai potensi wisata Kalimantan Barat kepada wisatawan domestik maupun mancanegara. Promosi yang berkelanjutan dinilai penting untuk memperluas jangkauan pasar pariwisata daerah.

Selain dukungan promosi, masyarakat juga diharapkan berperan dalam membangun citra positif Kalimantan Barat serta menjaga kelestarian lingkungan. Dengan demikian, pengembangan destinasi wisata dapat berlangsung secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Selama lima hari perjalanan, rombongan tetap dapat menikmati kekayaan budaya Singkawang dan mengunjungi landmark garis khatulistiwa di Pontianak. Seluruh rangkaian kegiatan dilaporkan berjalan lancar tanpa insiden medis.

Setelah menyelesaikan tur pada 7 Oktober 2026, seluruh peserta kembali ke Singapura dengan selamat dan sesuai jadwal menggunakan penerbangan Scoot.

Keberhasilan perjalanan tersebut menjadi gambaran pentingnya kerja sama antara agen perjalanan, pelaku pariwisata lokal, dan pemerintah daerah dalam menyelenggarakan wisata lintas negara. Melalui perencanaan yang matang, pemantauan kondisi lingkungan, serta penerapan langkah pencegahan kesehatan, kegiatan pariwisata diharapkan tetap dapat berjalan dengan aman di tengah tantangan kabut asap.

Perbaiki nama dan jabatan narasumberRingkas paragraf yang berulang

Iklan