Kronologi Anak 10 Tahun Ditemukan Meninggal Usai Hilang Saat Banjir Rob

Menurut Junetra, proses pencarian dilakukan secara maksimal meski kondisi malam hari membuat medan semakin menyulitkan.

RADARKHATULISTIWA- Insiden memilukan terjadi di Kecamatan Pontianak Selatan ketika seorang anak berusia 10 tahun berinisial Bayanaka Patal Ramlan ditemukan meninggal dunia setelah sempat dinyatakan hilang. Peristiwa itu bermula saat banjir rob melanda kawasan Jalan Tanjung Pura, Kota Pontianak, tempat korban tinggal. Tim SAR gabungan yang melakukan pencarian sejak laporan diterima akhirnya berhasil menemukan korban pada keesokan harinya.

Kepala Kantor SAR Pontianak, I Made Junetra, menjelaskan bahwa hilangnya korban bermula ketika ia pamit bermain di area parit Tokaya yang saat itu tergenang banjir rob.

“Pada hari Senin, 08 Desember 2025 sekitar pukul 10.00 WIB, korban atas nama Bayanaka (L/10 tahun) pergi bermain di sekitar parit tokaya ketika banjir rob terjadi. Namun hingga malam hari ia tidak kunjung pulang,” ujar Junetra.

Mengetahui bahwa anaknya tidak kembali ke rumah, keluarga kemudian meminta bantuan. Junetra mengatakan laporan pertama diterima pada malam harinya. “Sekitar pukul 18.40 WIB, kami mendapat informasi dari Ibu Nuwaira, ibu korban. Setelah menerima laporan tersebut, tim rescue kami langsung bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan dan pencarian awal.”

Setibanya di lokasi, upaya pencarian segera dijalankan dengan melibatkan unsur SAR gabungan. Menurut Junetra, proses pencarian dilakukan secara maksimal meski kondisi malam hari membuat medan semakin menyulitkan.

“Tim SAR gabungan melakukan penyisiran menggunakan peralatan eco maps hingga tengah malam. Namun pada malam itu, korban masih belum ditemukan,” terangnya.

Upaya pencarian dilanjutkan pada hari kedua dengan memperluas area penyisiran. Hasilnya, pada pagi hari korban akhirnya ditemukan tidak jauh dari lokasi awal diduga tenggelam.

“Pagi tadi, korban berhasil ditemukan berjarak sekitar 21 meter ke arah hulu dari titik dia dilaporkan tenggelam. Setelah ditemukan, korban segera dievakuasi dan kemudian diserahkan kepada pihak keluarga,” jelas Junetra.

Peristiwa ini menambah daftar korban terdampak banjir rob yang melanda sejumlah wilayah pesisir Pontianak. Tim SAR Pontianak kembali mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap anak-anak, ketika kondisi air pasang atau banjir rob terjadi. (*)

Menurut Junetra, proses pencarian dilakukan secara maksimal meski kondisi malam hari membuat medan semakin menyulitkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *