Budaya Kerja yang Sehat, BPSDM Kalbar Dorong Gerakan Olahraga 30 Menit Setiap Hari

Melalui kampanye ASN Kalbar Olahraga 30 Menit Sehari, BPSDM Kalbar juga berupaya mendorong terbentuknya budaya kerja yang sehat dan aktif di seluruh perangkat daerah

RADARKHATULISTIWA- Komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam menciptakan aparatur sipil negara (ASN) yang berkualitas tidak hanya diwujudkan melalui peningkatan kompetensi dan kapasitas keilmuan, tetapi juga melalui upaya berkelanjutan dalam menjaga kesehatan fisik dan mental para aparatur. Hal ini tercermin dari langkah strategis Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Barat yang secara aktif mengampanyekan gerakan ASN Kalbar Olahraga 30 Menit Sehari sebagai bagian dari pembentukan budaya kerja sehat di lingkungan birokrasi.

Kepala BPSDM Provinsi Kalimantan Barat, Windy Prihastari, menyampaikan bahwa inisiatif tersebut sejalan dengan peran dan tanggung jawab BPSDM sebagai perangkat daerah yang memiliki posisi strategis dalam pengembangan, pembinaan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur.

Menurut Windy, tugas BPSDM tidak semata-mata berfokus pada peningkatan kemampuan teknis, manajerial, maupun kepemimpinan ASN, melainkan juga memastikan kesiapan fisik dan mental aparatur dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan publik.

“Pembangunan sumber daya manusia aparatur harus dilakukan secara menyeluruh. Selain kompetensi dan integritas, kondisi kesehatan ASN menjadi faktor fundamental. Melalui gerakan olahraga 30 menit sehari ini, kami ingin membangun fondasi ASN Kalbar yang sehat, produktif, dan profesional,” ujar Windy.

Ia menegaskan bahwa kualitas aparatur tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual dan keahlian teknis, tetapi juga oleh kebugaran fisik serta kesehatan mental. ASN yang berada dalam kondisi sehat diyakini memiliki daya tahan kerja yang lebih baik, mampu mengikuti proses pembelajaran dan pengembangan kompetensi secara optimal, serta lebih adaptif dalam menghadapi dinamika dan tantangan birokrasi modern.

Sebagai lembaga yang memiliki mandat dalam penyelenggaraan pengembangan kompetensi ASN, mulai dari pendidikan dan pelatihan, penilaian kompetensi, hingga fasilitasi manajemen talenta aparatur, BPSDM Kalbar memandang kesehatan sebagai faktor penunjang utama keberhasilan pembangunan sumber daya manusia aparatur.

“ASN yang sehat akan lebih siap mengikuti diklat, lebih fokus dalam menjalankan tugas, dan pada akhirnya mampu memberikan pelayanan publik yang prima serta berorientasi pada kepuasan masyarakat,” jelasnya.

Melalui kampanye ASN Kalbar Olahraga 30 Menit Sehari, BPSDM Kalbar juga berupaya mendorong terbentuknya budaya kerja yang sehat dan aktif di seluruh perangkat daerah. Olahraga diharapkan tidak lagi dipersepsikan sebagai kegiatan tambahan atau sekadar aktivitas seremonial, melainkan menjadi bagian dari rutinitas harian ASN.

Windy menambahkan bahwa gerakan ini tidak menuntut aktivitas olahraga yang berat maupun penggunaan fasilitas khusus. ASN cukup meluangkan waktu sekitar 30 menit setiap hari untuk melakukan aktivitas fisik ringan, seperti berjalan kaki, senam sederhana, peregangan, atau bentuk olahraga ringan lainnya yang mudah dilakukan di lingkungan kerja maupun di rumah.

“Esensi dari gerakan ini adalah konsistensi. Jika dilakukan secara rutin dan berkelanjutan, dampaknya akan sangat signifikan, baik bagi kesehatan individu ASN maupun terhadap peningkatan kinerja organisasi secara keseluruhan,” ungkapnya.

Ia berharap kampanye tersebut dapat diimplementasikan secara konsisten dan berkelanjutan di seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Dengan demikian, visi BPSDM Kalbar untuk mencetak aparatur yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga tangguh secara fisik dan mental, dapat terwujud secara nyata.

“ASN yang sehat merupakan aset berharga bagi daerah. Dengan aparatur yang sehat, produktif, dan profesional, kami optimistis kualitas pelayanan publik serta percepatan pembangunan di Kalimantan Barat akan semakin meningkat,” pungkas Windy Prihastari. (*)

Melalui kampanye ASN Kalbar Olahraga 30 Menit Sehari, BPSDM Kalbar juga berupaya mendorong terbentuknya budaya kerja yang sehat dan aktif di seluruh perangkat daerah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *