RADARKHATULISTIWA- Serangkaian peristiwa kebakaran lahan yang terjadi di berbagai wilayah Kota Pontianak sejak pertengahan Januari 2026 mulai mengungkap temuan serius. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pontianak mengindikasikan adanya unsur kesengajaan dalam beberapa kejadian kebakaran yang muncul secara sporadis di sejumlah lokasi.
Kepala BPBD Kota Pontianak, Nasir, menyampaikan bahwa salah satu lokasi yang memunculkan kecurigaan kuat berada di kawasan baris dua ujung, tepatnya di sekitar Gang Masjid, Paris II. Informasi awal mengenai dugaan pembakaran tersebut diperoleh dari laporan warga yang melihat adanya aktivitas tidak wajar di area tersebut.
Menindaklanjuti laporan masyarakat, petugas BPBD langsung menuju lokasi kejadian. Namun, saat tim tiba di lapangan, orang yang diduga terlibat sudah tidak ditemukan. Meski demikian, petugas menemukan sejumlah barang bukti yang menguatkan dugaan tindak pembakaran, berupa botol berisi bahan bakar bensin serta tumpukan tumbuhan kering yang diduga sengaja disiapkan untuk memicu api.
“Seluruh barang bukti telah kami amankan dan selanjutnya diserahkan kepada pihak kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut,” ujar Nasir.
Menurutnya, BPBD terus menjalin koordinasi intensif dengan aparat penegak hukum karena penanganan kasus ini mengarah pada dugaan tindak pidana. Proses hukum, kata Nasir, membutuhkan tahapan pembuktian yang matang, termasuk pengumpulan barang bukti tambahan serta keterangan dari para saksi.
“Penanganan tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa. Semua harus melalui proses penyelidikan yang sah, dan kami terus memantau perkembangannya bersama pihak kepolisian,” jelasnya.
Nasir mengungkapkan bahwa sejak pertengahan Januari, titik-titik kebakaran lahan muncul secara berpindah-pindah dan tersebar di berbagai wilayah. Kebakaran pertama kali terpantau di kawasan Purnama Dua Dalam, tepatnya di sekitar area pesantren. Selanjutnya, titik api bergeser ke Perdana Ujung, Paris II Kampung KB, Gang Masjid Paris II, Sepakat II, hingga kawasan Jalan Alovera Ujung.
Meski demikian, Nasir menegaskan bahwa skala kebakaran tahun ini relatif lebih kecil dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada tahun lalu kebakaran cukup besar terjadi di kawasan Sepakat II Dalam, tahun ini justru lebih banyak muncul di wilayah Paris II Dalam dan Jalan Alovera. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan karakteristik lahan gambut yang memungkinkan api menyebar di bawah permukaan tanah.
Dalam proses pemadaman, BPBD menghadapi kendala utama berupa keterbatasan sumber air di sejumlah lokasi kebakaran. Untuk mengatasi hal tersebut, petugas mengerahkan tandon air berkapasitas besar serta mesin penyedot air agar pemadaman tetap bisa dilakukan secara optimal.
“Upaya pemadaman tidak hanya melibatkan BPBD, tetapi juga didukung oleh pemadam kebakaran swasta, TNI, serta jajaran kepolisian,” tambah Nasir.
Terkait penyebab pasti kebakaran, Nasir menuturkan bahwa sebagian besar titik api masih dalam tahap penyelidikan. Namun, berdasarkan pola kejadian dan temuan di lapangan, indikasi adanya unsur kesengajaan dinilai cukup kuat.
“Kami belum dapat menyimpulkan secara pasti karena tidak selalu tertangkap tangan. Tetapi dari pola kejadian serta barang bukti yang ditemukan, dugaan pembakaran sengaja cukup menguat,” katanya.
Sebagai langkah pencegahan, Nasir mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah Kelurahan Bansir Darat, Bangka Belitung Darat, Akcaya, serta Kecamatan Pontianak Utara, agar lebih waspada dan segera melaporkan potensi kebakaran sekecil apa pun.
“Jika melihat tanda-tanda kebakaran atau aktivitas mencurigakan, segera laporkan ke lurah, camat, atau langsung ke BPBD. Bila memungkinkan, dokumentasikan dalam bentuk foto atau video. Ke depan, kami akan mengedepankan penindakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan,” tegasnya. (*)

