RADARKHATULISTIWA- Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas layanan kesehatan bagi masyarakat. Salah satu langkah konkret tersebut ditandai dengan peresmian Gedung Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) serta Unit Layanan Stroke di RSUD Dokter Soedarso, Pontianak, yang diharapkan mampu menjawab tingginya kebutuhan pelayanan medis, khususnya rawat inap dan penanganan penyakit stroke yang memerlukan respons cepat dan fasilitas khusus.
Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, secara langsung meresmikan Gedung KRIS RSUD Dokter Soedarso pada Rabu (28/1/2026). Dengan beroperasinya gedung baru ini, kapasitas rumah sakit rujukan utama di Kalbar tersebut bertambah signifikan, yakni sebanyak 123 tempat tidur, sehingga diharapkan dapat mengurangi antrean dan keterbatasan kamar rawat inap yang selama ini kerap dikeluhkan masyarakat.
Norsan menyampaikan bahwa pembangunan Gedung KRIS merupakan bagian dari pelaksanaan kebijakan nasional di sektor kesehatan, sekaligus sebagai respons atas tingginya tingkat hunian pasien di RSUD Dokter Soedarso.
“Pembangunan gedung KRIS ini adalah implementasi dari kebijakan nasional. Kita membangunnya karena memang masih sangat dibutuhkan ruang rawat inap tambahan. Setiap hari RSUD Soedarso dipenuhi pasien yang datang untuk berobat,” ujar Norsan.
Ia menjelaskan, salah satu keluhan yang paling sering disampaikan masyarakat adalah sulitnya mendapatkan kamar rawat inap karena kapasitas yang terbatas. Dengan adanya tambahan 123 tempat tidur tersebut, pemerintah berharap pasien tidak lagi tertunda dalam memperoleh layanan perawatan.
“Selama ini banyak pasien menyampaikan bahwa kamar rawat inap penuh atau tidak tersedia. Dengan penambahan 123 tempat tidur ini, mudah-mudahan pasien bisa segera dirawat dan antrean dapat berkurang,” katanya.
Lebih lanjut, Norsan menegaskan bahwa peresmian gedung baru ini merupakan langkah strategis Pemprov Kalbar dalam memperkuat sistem pelayanan kesehatan yang berkualitas, adil, serta berfokus pada keselamatan dan kenyamanan pasien.
Selain Gedung KRIS, Pemprov Kalbar juga meresmikan Unit Layanan Stroke RSUD Dokter Soedarso. Norsan mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2024, rumah sakit tersebut telah menangani lebih dari 1.600 pasien stroke. Menurutnya, stroke merupakan salah satu penyakit dengan tingkat kematian tinggi yang membutuhkan penanganan cepat, tepat, dan terintegrasi.
“Stroke termasuk penyakit yang mematikan. Dengan hadirnya unit layanan stroke ini, saya berharap penanganan pasien dapat dilakukan secara lebih optimal dan terarah,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa peningkatan mutu pelayanan kesehatan tidak hanya bergantung pada kelengkapan fasilitas dan peralatan medis, tetapi juga pada sikap, etika, serta profesionalisme tenaga kesehatan dalam melayani pasien.
“Pelayanan yang diberikan dengan senyum dan keramahan itu sudah menjadi bagian penting dari proses penyembuhan. Pelayanan yang baik, ikhlas, dan ramah akan membuat pasien merasa lebih nyaman dan terbantu,” tutur Norsan.
Dengan bertambahnya fasilitas dan peningkatan kualitas pelayanan, Norsan berharap RSUD Dokter Soedarso semakin mampu memenuhi kebutuhan layanan kesehatan masyarakat Kalimantan Barat. Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah provinsi membuka peluang untuk pengembangan dan renovasi fasilitas kesehatan lainnya seiring dengan membaiknya kondisi keuangan daerah.
“Kualitas rumah sakit kita sebenarnya sudah cukup baik. Memang masih ada beberapa peralatan yang belum tersedia, namun secara umum RSUD Dokter Soedarso sudah mampu melayani masyarakat Kalbar dengan cukup optimal,” pungkasnya. (*)

