Festival Lampion Yayasan Panca Bhakti Meriahkan Imlek 2577 di Pontianak, Simbol Harapan dan Toleransi

Momen pembukaan Imlek dan Cap Go Meh 2026

RADARKHATULISTIWA- Kemeriahan lampion merah di depan Yayasan Panca Bhakti menjadi momen kehangatan bagi warga Tionghoa dalam pembukaan Imlek dan Cap Go Meh 2026, Pontianak, Sabtu 14 Februari 2026.

Ada banyak ribuan lampion yang menghiasi sepanjang jalan Dr. Soeprapto, Kota Pontianak.

Terlihat antusias masyarakat yang ingin menyaksikan pembuakan acara tersebut diiringi dengan kembang api dan pernak-pernik Imlek dalam menyambut Tahun Baru China 2577.

Wakil Ketua Umum Damkar Panca Bhakti, Jupri Syukur, menjelaskan bahwa Imlek dimaknai sebagai awal musim semi dalam tradisi Tionghoa, sebuah lambang kebangkitan, pembaruan, dan harapan baru bagi kehidupan.

Menurutnya, penyalaan lampion bukan sekadar memeriahkan suasana perayaan, tetapi juga merupakan wujud doa bersama agar masyarakat diberikan kesehatan, keberuntungan, serta kesejahteraan di tahun yang akan datang.

Lanjutnya, perayaan tersebut sekaligus menjadi momentum refleksi bagi Damkar Panca Bhakti yang selama ini dikenal aktif dalam pelayanan sosial dan penanggulangan kebakaran di Kota Pontianak.

Ke depan, organisasi tersebut berkomitmen memperbaiki berbagai kekurangan, mulai dari peningkatan fasilitas, pembenahan infrastruktur, hingga pelatihan intensif bagi seluruh personel agar pelayanan kepada masyarakat semakin maksimal.

Jupri juga menyoroti keterlibatan generasi muda yang semakin aktif dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan.

Ia berharap semangat pengabdian yang telah lama dibangun dapat terus diwariskan kepada anak-anak muda agar organisasi tetap berkembang, relevan, dan mampu menjawab tantangan zaman.

Dalam kehidupan masyarakat Kalimantan Barat, perayaan Imlek tahun ini juga berdekatan dengan datangnya bulan suci Ramadan.

Karena itu, panitia menegaskan pentingnya menjaga toleransi dan saling menghormati. Penyesuaian jadwal pagelaran, termasuk atraksi liung, dilakukan agar tidak mengganggu waktu ibadah puasa, sebagai wujud penghormatan terhadap sesama umat beragama.

Meski atraksi tatung tidak ditampilkan pada perayaan kali ini, kemeriahan festival lampion tetap terasa sebagai simbol kebersamaan dan harmoni antarwarga.

Festival ini menjadi bukti bahwa tradisi budaya dapat menjadi jembatan persaudaraan, mempererat hubungan lintas suku dan agama, serta menghadirkan suasana damai di tengah kehidupan masyarakat kota.

Momen pembukaan Imlek dan Cap Go Meh 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *