Helikopter PK-CFX Diduga Jatuh di Sekadau Kalbar, Delapan Orang di Dalamnya, Tim SAR Bergerak Cepat Lakukan Pencarian

RADARKHATULISTIWA – Insiden kecelakaan udara kembali terjadi di wilayah Kalimantan Barat. Sebuah helikopter dengan nomor registrasi PK-CFX yang dioperasikan oleh PT Matthew Air dilaporkan hilang kontak dan diduga jatuh di kawasan Kecamatan Nanga Taman, tepatnya di Desa Tapang Tingang, Kabupaten Sekadau, pada Kamis pagi (16/4). Peristiwa ini langsung memicu respons cepat dari tim pencarian dan pertolongan (SAR) untuk melakukan operasi penyelamatan.

Direktur Kesiapsiagaan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Noer Isrodin Muchlisin, mengungkapkan bahwa tim SAR telah diterjunkan ke lokasi guna melakukan pencarian terhadap helikopter yang hilang kontak tersebut. Ia menjelaskan bahwa sejak pagi hari, pesawat udara itu sudah tidak dapat dihubungi, sehingga besar kemungkinan mengalami kecelakaa

“Kontak terakhir terjadi pada pagi hari. Dalam kondisi seperti ini, dugaan kuat mengarah pada insiden jatuh. Saat ini kami masih terus mengumpulkan informasi tambahan,” ujar Noer Isrodin saat dikonfirmasi pada Kamis (16/4).

Di sisi lain, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kakansar) Pontianak, I Made Junetra, menyampaikan bahwa tim SAR gabungan telah diberangkatkan menuju lokasi yang diduga menjadi titik jatuhnya helikopter. Sebanyak 20 personel yang terdiri dari unsur SAR, Lanud Supadio, serta Paskhas telah dikerahkan menggunakan helikopter Super Puma untuk melakukan pemantauan udara dan menentukan titik pencarian.

Menurut Made Junetra, helikopter tersebut sebelumnya melakukan penerbangan dari Kabupaten Melawi dengan tujuan Kubu Raya. Helikopter diketahui lepas landas pada pukul 07.37 WIB dan dijadwalkan tiba di lokasi tujuan pada pukul 08.50 WIB. Namun, sekitar pukul 08.39 WIB, pesawat tersebut kehilangan kontak di wilayah yang diperkirakan berada di sekitar Nanga.

Informasi awal mengenai kejadian ini diterima oleh pihak SAR pada pukul 10.40 WIB dari AirNav Pontianak melalui pelapor bernama Rahmat. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim SAR segera mengerahkan personel ke lokasi kejadian.

Dua tim rescue langsung diberangkatkan, masing-masing berasal dari Pos SAR Sintang dan Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Pontianak. Tim dari Sintang mulai bergerak pada pukul 11.00 WIB dengan estimasi waktu tempuh sekitar empat jam. Sementara itu, tim dari Pontianak berangkat lima menit kemudian, dengan perkiraan tiba di lokasi sekitar pukul 17.05 WIB.

Dalam operasi ini, tim SAR Sintang menggunakan satu unit kendaraan rescue jenis DMax yang dilengkapi berbagai peralatan penting seperti alat evakuasi, medis, komunikasi, serta navigasi. Sementara itu, tim dari KPP Pontianak membawa dua unit rescue car DMax dan satu unit kendaraan komunikasi (Commob), termasuk perangkat direction finder serta teknologi Starlink guna memastikan kelancaran komunikasi selama operasi berlangsung di area yang sulit dijangkau.

Berdasarkan data koordinat, lokasi kejadian berada di titik 00°12’00” Lintang Selatan dan 110°44’00” Bujur Timur, atau sekitar 114 kilometer dari Pos SAR Sintang dengan arah radial 257 derajat. Medan menuju lokasi diperkirakan membutuhkan waktu tempuh antara 4 hingga 6 jam, dengan kecepatan rata-rata kendaraan sekitar 40 hingga 50 kilometer per jam.

Helikopter tersebut dilaporkan membawa total delapan orang, yang terdiri dari dua kru penerbangan dan enam penumpang. Berikut daftar identitas yang berada di dalam helikopter:

  1. Marindra (Laki-laki) – Pilot
  2. Harun Arasyid (Laki-laki) – Co-Pilot
  3. Patrick K (Laki-laki)
  4. Victor T (Laki-laki)
  5. Charles L (Laki-laki)
  6. Joko C (Laki-laki)
  7. Fauzie O (Laki-laki)
  8. Sugito (Laki-laki)

Hingga saat ini, proses pencarian masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia guna menemukan lokasi pasti jatuhnya helikopter serta memastikan kondisi seluruh penumpang dan kru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *