OKK PWI Kalbar 2026 Cetak Wartawan Profesional dan Berintegritas Hadapi Tantangan Era Digital
RADARKHATULISTIWA – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Barat terus memperkuat kualitas sumber daya manusia di bidang jurnalistik melalui pelaksanaan Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) Angkatan V Tahun 2026.
Kegiatan yang menjadi salah satu tahapan wajib bagi calon anggota PWI tersebut digelar di Pontianak, Selasa (9/6/2026), dengan mengangkat tema “Membangun Wartawan Profesional, Berintegritas dan Berdaya Saing di Era Digital”.
Pelaksanaan OKK tahun ini mendapat perhatian dari berbagai kalangan dan dihadiri sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan organisasi wartawan, insan pers, serta peserta yang berasal dari berbagai daerah di Kalimantan Barat.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat pemahaman wartawan terhadap profesi jurnalistik sekaligus organisasi kewartawanan. Di tengah derasnya arus informasi digital, keberadaan wartawan profesional yang menjunjung tinggi etika dan standar jurnalistik dinilai semakin dibutuhkan masyarakat.
Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Akhmad Munir, menegaskan bahwa Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian memiliki posisi strategis dalam proses pembentukan calon anggota PWI. Melalui kegiatan tersebut, peserta tidak hanya diperkenalkan pada struktur organisasi, tetapi juga mendapatkan pemahaman mendalam mengenai tanggung jawab profesi wartawan.
Menurutnya, proses rekrutmen anggota yang dilakukan melalui OKK merupakan langkah penting dalam menjaga kualitas organisasi sekaligus memastikan setiap anggota memahami prinsip-prinsip dasar jurnalistik yang profesional dan beretika.
“OKK merupakan tahapan penting yang harus dilalui calon anggota PWI. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pemahaman tentang profesi kewartawanan sekaligus mengenal organisasi yang akan menjadi wadah mereka dalam menjalankan tugas jurnalistik,” ujarnya.
Munir memberikan apresiasi kepada PWI Kalimantan Barat yang secara konsisten menyelenggarakan OKK sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas wartawan di daerah. Ia menilai keberadaan wartawan profesional sangat penting dalam mendukung pembangunan daerah melalui penyajian informasi yang akurat, berimbang, dan edukatif.
Menurutnya, pers memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan pendidikan kepada masyarakat, membangun literasi informasi, serta menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan publik.
“Produk jurnalistik yang dihasilkan wartawan harus mampu memberikan edukasi, memberdayakan masyarakat, sekaligus menjadi sarana penyebarluasan informasi yang bermanfaat bagi pembangunan daerah,” katanya.
Sementara itu, Ketua PWI Kalimantan Barat, Kundori, menjelaskan bahwa OKK merupakan salah satu syarat utama bagi wartawan yang ingin bergabung sebagai anggota resmi PWI.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi penting yang berkaitan dengan dunia jurnalistik dan organisasi, mulai dari pemahaman Kode Etik Jurnalistik, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PWI, hingga pelatihan dasar penulisan berita yang sesuai standar profesi.
Menurut Kundori, pemahaman terhadap etika jurnalistik menjadi fondasi utama yang harus dimiliki setiap wartawan. Di tengah perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat, tantangan profesi wartawan semakin kompleks sehingga membutuhkan kompetensi yang terus diperbarui.
“Orientasi ini bertujuan memberikan bekal kepada calon anggota agar memahami kode etik, aturan organisasi, serta prinsip-prinsip jurnalistik yang benar. Ini menjadi syarat wajib sebelum seseorang menjadi anggota resmi PWI,” jelasnya.
Ia menambahkan, terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon anggota muda PWI. Di antaranya telah bekerja di perusahaan pers minimal satu tahun, memiliki kartu identitas pers, bekerja di perusahaan pers berbadan hukum, serta memiliki pendidikan minimal tingkat SMA atau sederajat.
Setelah berstatus sebagai anggota muda selama dua tahun, wartawan berkesempatan meningkatkan status keanggotaan menjadi anggota biasa. Salah satu syarat penting dalam proses tersebut adalah memiliki Sertifikat Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang menjadi indikator kemampuan profesional seorang jurnalis.
Kundori berharap para peserta yang mengikuti OKK dapat menjadi wartawan yang tidak hanya memahami teknik jurnalistik, tetapi juga memiliki integritas, tanggung jawab sosial, dan komitmen terhadap kebenaran informasi.
Menurutnya, era digital menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi dunia pers. Masyarakat kini dibanjiri informasi dari berbagai platform media sosial yang tidak semuanya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Dalam situasi tersebut, peran wartawan profesional menjadi semakin penting sebagai penyedia informasi yang telah melalui proses verifikasi dan kaidah jurnalistik.
“Publik harus mampu membedakan mana informasi yang diproduksi melalui proses jurnalistik profesional dan mana yang hanya berupa opini atau konten yang beredar tanpa verifikasi. Karena itu, profesionalisme wartawan harus terus diperkuat,” tegasnya.
Melalui pelaksanaan OKK Angkatan V Tahun 2026, PWI Kalbar berharap lahir generasi wartawan yang memiliki kompetensi tinggi, memahami etika profesi, menjunjung independensi, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perubahan ekosistem media digital.
Dengan kualitas sumber daya manusia yang semakin baik, PWI Kalbar optimistis dapat terus berkontribusi dalam menghadirkan jurnalisme yang berkualitas, kredibel, dan memberikan manfaat bagi masyarakat Kalimantan Barat maupun Indonesia secara umum.






