Manggung Di Muara, Konser Unik dari Negeri Sarawak Dihadiri Artis Indonesia
RADARKHATULISTIWA- Suasana malam di kawasan ikonik Kuching Waterfront Esplanade, Sarawak, Malaysia, bakal semakin semarak dengan kehadiran pertunjukan musik lintas negara bertajuk Manggung Di Muara yang dijadwalkan berlangsung pada 14 November 2026.
Acara yang dianjurkan oleh Wazai Creative Solution tersebut akan mempertemukan empat penyanyi dari Malaysia, Indonesia dan kawasan Borneo. Mereka adalah Nadhif Basalamah, Ari Lesmana, Aisha Retno dan Aziz Harun.
Berbeda dari konser musik pada umumnya, Manggung Di Muara mengusung konsep pertunjukan terbuka di tepian Sungai Sarawak. Lokasi tersebut dipilih untuk menghadirkan perpaduan antara musik, suasana malam Kota Kuching dan panorama sungai yang menjadi salah satu daya tarik kawasan tersebut.
Public Relations (PR) Wazai Creative Solution, Chopie, mengatakan Manggung Di Muara dirancang bukan hanya sebagai pertunjukan musik, tetapi sebagai pengalaman yang memungkinkan penonton menikmati musik sekaligus suasana khas Kuching Waterfront.
“Konsep Manggung Di Muara ini memang kami hadirkan sebagai sebuah pengalaman musik yang dekat dengan penonton. Kami ingin musik, suasana Sungai Sarawak dan Kuching Waterfront menjadi satu kesatuan dalam acara ini,” kata Chopie.
Empat Penyanyi dari Malaysia, Indonesia dan Borneo
Manggung Di Muara menghadirkan empat musisi dengan karakter musik yang berbeda. Dari Indonesia, Nadhif Basalamah akan membawa sejumlah lagu yang telah dikenal oleh para pendengar musik Indonesia, termasuk karya populernya, Penjaga Hati.
Sementara itu, Ari Lesmana akan membawa warna alternatif-pop ke atas panggung. Kehadiran vokalis tersebut diharapkan menjadi salah satu daya tarik bagi penggemar musik Indonesia maupun Malaysia.
Dari Malaysia, panggung akan diramaikan oleh Aisha Retno, penyanyi sekaligus penulis lagu yang dikenal dengan perpaduan unsur pop, R&B dan soul.
Sementara Aziz Harun akan menjadi salah satu perwakilan talenta musik muda dari Borneo. Kehadirannya diharapkan semakin memperkuat identitas Manggung Di Muara sebagai pertunjukan yang menghubungkan musisi dan penikmat musik di kawasan Borneo.
Chopie mengatakan perbedaan karakter dari keempat penyanyi tersebut justru menjadi kekuatan utama acara.
“Kami punya empat artis dengan karakter dan warna musik yang berbeda. Justru itu yang menjadi kekuatan Manggung Di Muara. Kami berharap penonton dapat menikmati satu malam dengan pengalaman musik yang beragam, emosional dan tentunya menghiburkan,” katanya.
Target 4.000 Penonton
Penyelenggara menargetkan lebih dari 4.000 penonton hadir dalam Manggung Di Muara.
Target penonton tidak hanya berasal dari Kuching dan wilayah Sarawak. Acara ini juga menyasar pencinta musik dari Sabah, Semenanjung Malaysia, Brunei hingga Kalimantan Barat.
Kehadiran penonton dari berbagai wilayah tersebut diharapkan dapat memberikan dampak terhadap sektor pariwisata dan perekonomian lokal Kuching.
Para wisatawan yang datang untuk menyaksikan konser berpotensi menggunakan berbagai layanan lokal, mulai dari hotel, restoran dan pusat kuliner, transportasi hingga usaha kecil yang berada di sekitar kawasan pusat kota.
“Jadi bukan sekadar datang menonton konser, tetapi penonton juga bisa merasakan suasana Kuching Waterfront dan panorama Sungai Sarawak pada malam hari,” ujar Chopie.
Kuching Waterfront Jadi Bagian dari Pertunjukan
Pemilihan Kuching Waterfront Esplanade sebagai lokasi acara bukan tanpa alasan. Kawasan tersebut merupakan salah satu ikon Kota Kuching yang memiliki keterkaitan dengan kehidupan masyarakat, aktivitas pariwisata dan perkembangan kawasan pusat kota.
Konsep panggung di tepian sungai membuat penonton tidak hanya mendapatkan pengalaman menikmati penampilan para musisi, tetapi juga dapat menikmati panorama Sungai Sarawak pada malam hari.
Penyelenggara berharap konsep tersebut dapat memberikan pengalaman berbeda bagi penonton sekaligus memperkuat posisi Kuching sebagai destinasi wisata yang menggabungkan musik, budaya dan ruang publik.
“Kami berharap acara ini bukan hanya sukses dari sisi pertunjukan, tetapi juga bisa memberikan dampak positif kepada Kuching dan pelaku usaha lokal. Kami ingin orang datang ke Kuching untuk menikmati musik sekaligus menikmati kota ini,” ungkap Chopie.
Tiket Mulai RM190
Bagi pencinta musik yang ingin menyaksikan Manggung Di Muara, tiket saat ini telah tersedia dalam beberapa kategori.
Harga tiket dibanderol mulai RM190. Penyelenggara juga menyediakan Fan Bundle yang dilengkapi dengan merchandise eksklusif Manggung Di Muara.
Penjualan tiket dilakukan melalui Saratic, platform tiket dalam talian yang dikelola oleh penyelenggara.
Dengan menghadirkan musisi dari Indonesia, Malaysia dan Borneo serta menempatkan Kuching Waterfront sebagai bagian penting dari pertunjukan, Manggung Di Muara diharapkan menjadi ruang pertemuan pencinta musik lintas negara.
Bagi masyarakat Kalimantan Barat, khususnya pencinta musik yang ingin menikmati pertunjukan musisi Indonesia sekaligus merasakan atmosfer wisata Kota Kuching, acara ini juga menjadi salah satu agenda yang menarik untuk masuk dalam daftar perjalanan ke Sarawak pada November 2026. (*)




