Semai Coffee dan Makelar Buku Hadirkan Ruang Nongkrong dan Baca di Pontianak
RADARKHATULISTIWA – Menikmati secangkir kopi sambil membaca buku kini menjadi aktivitas yang dapat dilakukan dalam satu ruang di Kota Pontianak.
Semai Coffee Shop berkolaborasi dengan toko buku independen Makelar Buku menghadirkan ruang yang memadukan aktivitas ngopi, membaca, membeli buku, sekaligus berkegiatan bersama komunitas.
Kolaborasi tersebut menawarkan konsep yang tidak hanya berorientasi pada aktivitas nongkrong. Pengunjung juga diberikan kesempatan untuk menikmati koleksi buku yang tersedia di lokasi, sehingga ruang tersebut dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin menghabiskan waktu dengan suasana yang lebih santai sekaligus produktif.
Buku-buku yang tersedia di Makelar Buku dapat dibeli oleh pengunjung. Menariknya, buku yang kemasannya telah dibuka dapat dibaca langsung di tempat sembari menikmati suasana Semai Coffee Shop.
Konsep tersebut menjadi perpaduan antara kedai kopi dan toko buku yang memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung. Aktivitas membaca yang biasanya dilakukan di perpustakaan atau ruang baca kini dapat dilakukan dalam suasana kedai kopi yang lebih santai dan terbuka.
Pemilik Makelar Buku, Apshari, bersama pemilik Semai Coffee, Damar, mengatakan kolaborasi tersebut sebenarnya telah memiliki cerita sejak sebelum Makelar Buku mempunyai toko sendiri.
Menurut Apshari, hubungan keduanya bermula ketika Makelar Buku masih ikut membuka lapak di tempat usaha Damar. Dari interaksi tersebut kemudian muncul gagasan untuk mengembangkan kegiatan bersama yang tidak hanya berorientasi pada jual beli, tetapi juga menghadirkan ruang bagi orang-orang yang memiliki ketertarikan terhadap buku.
“Pertamanya Damar itu punya Coffee Street, Makelar sebelum punya toko ikut ngelapak di sana. Pengen buat usaha sama-sama, dan aku juga senang membaca. Akhirnya sambil jualan buku dan sambil baca buku juga,” ujarnya.
Seiring berjalannya waktu, kegiatan tersebut berkembang hingga akhirnya Makelar Buku memiliki ruang yang dapat digunakan bersama dengan Semai Coffee Shop.
Kolaborasi ini kemudian tidak hanya mempertemukan dua jenis usaha, tetapi juga menciptakan ruang yang dapat menjadi titik temu bagi masyarakat dengan berbagai ketertarikan. Pengunjung dapat datang untuk sekadar menikmati kopi, mencari buku, membaca, berdiskusi, maupun bertemu dengan orang-orang yang memiliki minat serupa.
Bagi Apshari, kehadiran ruang tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai tempat untuk berjualan buku dan menyediakan minuman. Ia ingin ruang kolaborasi tersebut dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan komunitas untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan yang memberikan manfaat.
Dengan konsep yang terbuka, ruang tersebut berpotensi digunakan untuk berbagai aktivitas, mulai dari diskusi buku, kegiatan komunitas, pertemuan kreatif, hingga agenda lain yang dapat mempertemukan masyarakat dalam suasana yang lebih santai.
“Dengan adanya kolaborasi kami sih pengen dan harapkan itu teman-teman yang sering berkegiatan juga bisa memanfaatkan ruangan di sini untuk acara yang bermanfaat untuk masyarakat banyak,” kata Apshari.
Kehadiran ruang kolaborasi Semai Coffee Shop dan Makelar Buku juga menjadi salah satu gambaran berkembangnya ruang kreatif di Kota Pontianak. Tempat nongkrong tidak lagi hanya identik dengan aktivitas makan dan minum, tetapi mulai berkembang menjadi ruang interaksi, bertukar gagasan, membaca, hingga membangun jejaring antarkomunitas.
Bagi masyarakat yang memiliki ketertarikan terhadap buku dan aktivitas literasi, konsep tersebut memberikan pilihan baru untuk menikmati bacaan dengan suasana yang lebih informal.
Sementara bagi komunitas, keberadaan ruang seperti ini dapat menjadi alternatif tempat untuk menggelar kegiatan sekaligus mempertemukan berbagai kalangan dengan minat yang berbeda.
Kolaborasi Semai Coffee Shop dan Makelar Buku pada akhirnya tidak hanya menghadirkan tempat untuk ngopi dan membaca, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat Pontianak untuk berkumpul, berdiskusi, dan menjalankan kegiatan yang dapat memberikan manfaat lebih luas.




