Festival Tundang Pelajar Didorong Jadi Agenda Tahunan Kota Pontianak
RADARKHATULISTIWA – Pelestarian budaya lokal di tengah perkembangan zaman terus menjadi perhatian Pemerintah Kota Pontianak.
Salah satunya melalui Festival Tundang, Pantun dan Gendang tingkat pelajar yang dinilai perlu digelar secara berkelanjutan dan didorong menjadi agenda tahunan di Kota Pontianak.
Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan menilai keterlibatan pelajar dalam kegiatan budaya menjadi langkah penting untuk menanamkan kecintaan terhadap warisan daerah sejak dini. Menurutnya, generasi muda perlu memiliki ruang untuk mengenal sekaligus menunjukkan kemampuan dalam melestarikan budaya lokal.
Bahasan mengatakan, Tundang merupakan salah satu khazanah budaya leluhur yang memiliki nilai penting bagi identitas Kota Pontianak. Karena itu, keberadaannya harus terus dijaga agar tidak tergerus perkembangan zaman.
“Tundang adalah budaya leluhur yang wajib terus kita lestarikan,” ujarnya saat membuka Festival Tundang Pelajar (FTP) Tahun 2026 di Aula Rumah Dinas Wakil Wali Kota Pontianak, Selasa (15/9/2026).
Ia menilai festival yang melibatkan kalangan pelajar dapat menjadi sarana efektif untuk membangun rasa memiliki terhadap budaya daerah. Menurutnya, anak-anak muda tidak cukup hanya mengenal perkembangan budaya dari luar, tetapi juga harus memahami dan bangga terhadap kekayaan budaya yang berasal dari daerah sendiri.
“Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan melestarikan budaya ini. Jangan sampai generasi muda hanya mengagumi budaya luar, sementara budaya sendiri dilupakan,” katanya.
Atas dasar itu, Bahasan berharap Festival Tundang tingkat pelajar tidak berhenti sebagai kegiatan tahunan biasa, tetapi dapat menjadi agenda rutin Pemerintah Kota Pontianak. Bahkan, ia mengusulkan agar festival tersebut masuk dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Pontianak.
“Kalau saya sarankan, Festival Tundang ini masuk dalam agenda Hari Jadi Kota Pontianak. Harus ada Tundangnya, karena ini bagian dari khazanah budaya Kota Pontianak,” jelasnya.
Menurut Bahasan, pelaksanaan Festival Tundang Pelajar 2026 dapat menjadi langkah awal untuk membangun ekosistem pembinaan budaya Tundang di lingkungan pendidikan. Pembinaan yang dilakukan secara konsisten dinilai dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi pelajar untuk mengenal, mempelajari, dan mengembangkan kesenian tersebut.
Untuk memperkuat pelaksanaannya, ia mendorong kolaborasi antara Kementerian Agama, madrasah, sekolah, pemerintah daerah, serta para pelaku budaya. Dengan keterlibatan lebih banyak pihak, diharapkan jumlah peserta dan kemeriahan Festival Tundang dapat terus meningkat setiap tahunnya.
“Mudah-mudahan ke depan, dengan kolaborasi antara Kemenag, madrasah, dan sekolah-sekolah yang ada, Festival Tundang ini terus dimeriahkan,” ujarnya.
Bahasan menambahkan, upaya pelestarian budaya juga sejalan dengan visi pembangunan Kota Pontianak dalam menghadirkan masyarakat yang bahagia. Menurutnya, kegiatan kebudayaan tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk memperkuat identitas daerah, membangun kebersamaan, serta menumbuhkan kebanggaan sebagai warga Kota Pontianak.
Ia berharap Festival Tundang tingkat pelajar dapat terus berkembang dan menjadi wadah lahirnya generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap budaya daerah. Dengan pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, Tundang diharapkan tetap hidup dan menjadi salah satu kebanggaan masyarakat Kota Pontianak.
“Mudah-mudahan Festival Tundang tingkat pelajar ini terus menuai sukses dan membangkitkan semangat anak muda untuk menjaga budaya kita,” pungkasnya.



