Edi Rusdi Kamtono Resmikan RS Mata Ayani, Pontianak Perkuat Layanan Kesehatan

Edi Rusdi Kamtono Resmikan RS Mata Ayani, Pontianak Perkuat Layanan Kesehatan

RADARKHATULISTIWA – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menilai kehadiran rumah sakit dengan layanan spesialis, peralatan modern, dan tenaga medis berpengalaman dapat memperkuat kualitas pelayanan kesehatan di Kota Pontianak.

Sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Barat sekaligus kota jasa dan perdagangan, Pontianak dinilai memiliki posisi strategis untuk menjadi pusat pelayanan kesehatan bagi masyarakat, tidak hanya dari dalam kota, tetapi juga dari berbagai daerah di Kalimantan Barat.

Hal tersebut disampaikan Edi saat menghadiri peresmian RS Mata Ayani, Sabtu (26/9/2026).

“Alhamdulillah, dengan banyaknya rumah sakit di Pontianak, apalagi yang memiliki layanan spesialis, peralatan yang canggih dan modern, serta didukung dokter-dokter spesialis yang berpengalaman, ini sangat membantu kualitas kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Edi berharap peningkatan fasilitas kesehatan di Pontianak dapat mengurangi ketergantungan masyarakat untuk berobat ke luar daerah maupun ke negara tetangga. Ia juga berharap Pontianak dapat berkembang menjadi salah satu tujuan pelayanan kesehatan.

“Kalau selama ini warga ke Kuching untuk berobat, ke depan kita berharap justru sebaliknya. Pontianak juga bisa menjadi tujuan pelayanan kesehatan,” katanya.

Menurutnya, upaya tersebut membutuhkan fasilitas kesehatan yang memadai, tenaga medis kompeten, teknologi yang terus berkembang, serta pelayanan yang mampu membangun kepercayaan masyarakat.

RS Mata Ayani Kembangkan Layanan Spesialis

Pemilik RS Mata Ayani, Mohamad Subuh, mengatakan pengembangan rumah sakit tidak hanya bertujuan menambah fasilitas pelayanan, tetapi juga memastikan seluruh kegiatan memenuhi ketentuan dengan menempatkan keselamatan pasien sebagai prioritas.

Subuh menjelaskan, pembangunan RS Mata Ayani dimulai sejak 2023. Pada tahap pertama, bangunan yang diresmikan memiliki luas lantai sekitar 2.000 meter persegi.

Seiring perkembangan regulasi, rumah sakit yang berfokus pada pelayanan kesehatan mata tersebut juga menyiapkan sejumlah layanan lain, di antaranya penyakit dalam, telinga hidung tenggorokan (THT), anestesi, radiologi, dan layanan penunjang lainnya.

“Pelayanan mata tetap menjadi kekuatan kami, tetapi sesuai perkembangan aturan, rumah sakit juga harus membuka dan menyiapkan pelayanan-pelayanan lain,” katanya.

Ia menyampaikan, RS Mata Ayani memiliki visi memberikan pelayanan kesehatan mata bagi masyarakat Kalimantan Barat, khususnya Pontianak dan sekitarnya, dengan standar nasional.

Untuk mewujudkan visi tersebut, rumah sakit berupaya melengkapi fasilitas diagnostik, tindakan medis, serta layanan pendukung.

Selain pelayanan kuratif atau pengobatan, RS Mata Ayani juga akan memperkuat pendekatan promotif dan preventif. Salah satunya melalui pemeriksaan dan penjaringan mata juling pada anak serta pemeriksaan kesehatan mata bagi peserta program pengelolaan penyakit kronis (Prolanis), terutama penderita diabetes dan hipertensi.

“Diabetes dan hipertensi juga memiliki pengaruh terhadap kesehatan mata. Karena itu, kita ingin pelayanan tidak hanya berorientasi pada pengobatan, tetapi juga pencegahan,” katanya.

Rencanakan Bakti Sosial Operasi Katarak

Pihak rumah sakit juga merencanakan bakti sosial operasi katarak pada Desember 2026. Selain itu, fasilitas RS Mata Ayani diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai wahana pendidikan dokter, khususnya untuk menunjang pembelajaran di bidang kesehatan mata.

Subuh berharap kehadiran RS Mata Ayani dapat menambah pilihan layanan kesehatan berkualitas bagi masyarakat sekaligus mendukung upaya menjadikan Pontianak sebagai pusat pelayanan kesehatan di Kalimantan Barat.

“Mudah-mudahan rumah sakit ini memberi manfaat semakin besar bagi masyarakat, baik untuk pelayanan, pencegahan, maupun pendidikan,” pungkasnya.

Iklan