83 Guru Wakili Pontianak di Porsenijar Kalbar 2026, Edi Kamtono Bidik Juara Umum

Pejabat Pemkot Pontianak Lomba Masak Asam Pedas Jelang HUT ke-255

Radarkhatulistiwa – Sebanyak 83 anggota kontingen Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Pontianak bersiap mengikuti Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) PGRI Tingkat Provinsi Kalimantan Barat 2026 di Kota Singkawang.

Keberangkatan kontingen tersebut secara resmi dilepas oleh Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, Senin (2/11/2026). Dalam kesempatan itu, Edi menyampaikan harapannya agar para peserta mampu meraih prestasi terbaik dan membawa pulang gelar juara umum.

Kontingen Pontianak akan berkompetisi dalam 11 cabang lomba yang terbagi menjadi tiga kategori, yakni tiga cabang pembelajaran, empat cabang seni, dan empat cabang olahraga.

“Selamat bertanding. Saya yakin bapak dan ibu sudah mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik sehingga bisa mendapatkan hasil terbaik. Tentunya kita berharap Kota Pontianak bisa menjadi juara umum,” ujarnya.

Edi menilai keikutsertaan para guru dalam Porsenijar menunjukkan bahwa tenaga pendidik memiliki potensi yang beragam, tidak hanya dalam bidang akademik dan pembelajaran, tetapi juga olahraga serta seni.

Menurutnya, ajang tersebut menjadi kesempatan bagi para guru untuk mengembangkan bakat, menyalurkan kreativitas, sekaligus menunjukkan kemampuan di luar aktivitas mengajar sehari-hari.

“Selain memiliki tugas sebagai guru untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Pontianak, bapak dan ibu juga memiliki talenta olahraga dan seni. Ini menjadi kekuatan kita dalam membangun negeri, salah satunya melalui perlombaan dan pertandingan di tingkat provinsi, bahkan mungkin nanti sampai tingkat nasional,” jelasnya.

Meski mendorong para peserta meraih prestasi, Edi mengingatkan agar mereka tetap menjaga keseimbangan antara tugas mengajar, persiapan pertandingan, dan waktu istirahat.

Ia menegaskan, kedisiplinan menjadi salah satu faktor penting dalam mencapai keberhasilan. Pengaturan jadwal latihan, menjaga kebugaran, serta memenuhi waktu istirahat perlu diperhatikan agar peserta dapat tampil optimal.

“Kalau ingin berprestasi, yang paling pertama adalah disiplin. Bagaimana kita mengatur jadwal latihan, tetap menjalankan tugas mengajar, dan memiliki waktu istirahat yang cukup. Semua itu harus dijaga agar bisa tampil maksimal,” pesannya.

Selain memberikan semangat kepada kontingen, Edi juga menyoroti perlunya dukungan berkelanjutan terhadap penyelenggaraan Porsenijar PGRI yang telah menjadi agenda rutin tahunan.

Ia mendorong agar kebutuhan pembiayaan kegiatan tersebut dapat direncanakan secara lebih terstruktur melalui mekanisme penganggaran yang sesuai dengan ketentuan.

Menurutnya, dukungan terhadap pengembangan kemampuan guru di bidang pembelajaran, olahraga, dan seni perlu menjadi perhatian bersama, termasuk melalui kemungkinan program pembinaan maupun skema bantuan yang tersedia.

“Porsenijar ini sudah menjadi agenda tetap setiap tahun. Saya berharap bisa dipikirkan bagaimana mendukungnya melalui anggaran rutin. Mungkin dari PGRI dapat menyusun program yang bisa masuk dalam skema hibah atau mekanisme lainnya,” terangnya.

Edi berharap Porsenijar tidak hanya menjadi ajang untuk memperebutkan gelar juara, tetapi juga menjadi wadah mempererat hubungan dan persaudaraan antarguru dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Barat.

Melalui kegiatan tersebut, para pendidik diharapkan dapat saling berbagi pengalaman, memperluas wawasan, serta menjunjung tinggi sportivitas dan kreativitas.

Iklan