RADARKHATULISTIWA- Direktur Utama PT Produksi Film Negara, Ifan Seventeen, terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung perkembangan ekonomi kreatif, khususnya di Kalimantan Barat. Pria asal Pontianak ini menilai potensi anak muda di daerah tersebut sangat besar, namun masih membutuhkan wadah yang tepat untuk berkembang.
Saat ditemui di Ayani Mega Mall, Ifan mengungkapkan bahwa banyak ide kreatif dari generasi muda Kalbar yang belum tersalurkan secara maksimal karena minimnya ruang ekspresi.
“Banyak sekali anak muda di Kalbar yang punya kreativitas tinggi, tapi wadahnya sering kosong. Karena itu, hadirnya komunitas kreatif seperti BEPRO (Beyond Professional) diharapkan bisa menjadi tempat bagi mereka untuk terus berinovasi,” ujarnya, Senin (30/3/2026).
Sebagai bagian dari generasi muda, Ifan menilai perkembangan sektor ekonomi kreatif di Kalimantan Barat sebenarnya sudah cukup pesat. Ia pun turut mengambil peran dalam mendukung pemanfaatan kekayaan intelektual karya anak bangsa agar bisa berkembang lebih luas.
Ifan juga mengungkapkan bahwa dirinya dipercaya sebagai dewan penasihat dalam komunitas BEPRO yang rencananya akan resmi dilantik pada 2 April 2026. Melalui peran tersebut, ia berharap dapat mendorong anak muda untuk memanfaatkan wadah yang ada dalam berkarya.
“BEPRO ini hadir untuk mendorong anak muda agar terus berinovasi dan tidak ragu dalam menyalurkan ide-ide kreatifnya,” jelasnya.
Komunitas BEPRO sendiri disebut sebagai wadah yang mengedepankan kreativitas, inovasi, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Tidak hanya fokus pada satu bidang, BEPRO membuka ruang kolaborasi lintas sektor bagi para pelaku kreatif.
Salah satu kegiatan yang akan digelar adalah acara nonton bareng film Pelangi di Mars. Film ini dipilih karena dinilai mampu menggabungkan teknologi, desain, serta animasi karya anak bangsa yang edukatif, khususnya bagi penonton anak-anak.
Film Pelangi di Mars sendiri mengisahkan tentang seorang anak perempuan bernama Pelangi, yang menjadi manusia pertama yang lahir dan tumbuh di Planet Mars. Berlatar tahun 2090, cerita ini menggambarkan kehidupan manusia di koloni Mars setelah Bumi tidak lagi layak dihuni.
Sementara itu, Ketua Umum BEPRO, Ryan Arizky Figur, menegaskan pentingnya kolaborasi dalam memajukan ekonomi kreatif, terutama di kalangan anak muda.
“BEPRO hadir bukan sekadar komunitas, tetapi sebagai wadah untuk menyuarakan dan mengembangkan potensi ekonomi kreatif anak muda Kalimantan Barat,” ujarnya.
Pelantikan BEPRO dijadwalkan berlangsung pada 2 April 2026 di Pendopo Gubernur Kalbar, yang akan dihadiri oleh jajaran DPP BEPRO Nasional serta dewan pembina. Acara ini diharapkan menjadi awal kolaborasi besar dalam mewujudkan potensi generasi muda Kalbar dan Indonesia secara lebih luas. (*)

