RADARKHATULISTIWA- Di tengah merebaknya polemik antara kalangan pesantren dan salah satu stasiun televisi nasional yang sempat menjadi perbincangan publik, Habib Muhammad Al-Qadri, Pimpinan Pondok Pesantren Nursunnah Madusari, Kabupaten Kubu Raya, memberikan seruan penting kepada umat Islam di Kalimantan Barat agar tidak mudah terpancing oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya.
Dalam keterangannya, Habib Muhammad Al-Qadri menekankan pentingnya menjaga ketenangan, kedewasaan, dan sikap tabayyun (klarifikasi) dalam menanggapi setiap informasi yang beredar, terutama di media sosial. Ia menilai, di era digital saat ini, banyak konten dan narasi yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman antarumat dan antarlembaga, jika disebarkan tanpa pemahaman yang utuh.
“Saya mengajak umat Islam di Kalimantan Barat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berkembang. Tetap tenang, dan jangan asal berkomentar ataupun membagikan konten yang belum dipahami secara menyeluruh,” ujar Habib Muhammad Al-Qadri saat ditemui di Ponpes Nursunnah Madusari, Jumat (24/10/2025).
Menurutnya, penyebaran informasi tanpa verifikasi hanya akan memperkeruh suasana dan menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat. Oleh karena itu, ia mengimbau agar setiap pihak mampu menahan diri dan mengutamakan sikap saling menjaga keharmonisan antarumat Islam serta tetap menghormati lembaga keagamaan dan media.
Lebih lanjut, Habib Muhammad menegaskan bahwa setiap persoalan sebaiknya diserahkan kepada pihak-pihak yang berkompeten untuk menanganinya secara bijak dan sesuai aturan. Ia mencontohkan bahwa pesantren memiliki peran besar dalam menjaga moral dan persatuan umat, sehingga perlu dijaga martabat dan nama baiknya dari isu-isu yang bersifat provokatif.
“Mari kita saling menjaga, menghindari provokasi yang dapat memecah belah, dan menyerahkan setiap permasalahan kepada pihak yang berwenang agar diselesaikan secara arif dan adil,” tegasnya.
Seruan damai dari Habib Muhammad Al-Qadri ini diharapkan dapat menjadi penyejuk di tengah meningkatnya tensi publik terkait polemik yang melibatkan pesantren dan salah satu stasiun televisi nasional. Ia juga mengingatkan bahwa persatuan dan ukhuwah Islamiyah jauh lebih penting daripada perbedaan pendapat yang bersifat sementara.
“Jangan biarkan perbedaan pendapat membuat kita terpecah. Umat Islam harus tetap bersatu, karena kekuatan kita ada pada persaudaraan,” tutup Habib Muhammad Al-Qadri.

