PDAM Pontianak Tambah Titik Air Tawar Gratis, Warga Bisa Ambil hingga Pukul 22.00 WIB
- Pemkot Pontianak Tambah Akses Air Tawar Gratis
- Warga Tak Perlu Gunakan Air Galon untuk Mandi dan Mencuci
- Air Tawar Gratis Bisa Diambil dengan Jeriken
- Stok Air Tawar di Perumnas III dan Wonoyoso Capai 500 Kubik
- Layanan Gratis Tak Ganggu Pelanggan PDAM
- Distribusi Air Akan Disesuaikan dengan Kebutuhan Warga
RADARKHATULISTIWA – Warga Kota Pontianak kini memiliki tambahan akses untuk mendapatkan air tawar secara gratis di tengah kondisi air baku yang masih terdampak musim kemarau dan intrusi air asin.
Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa menambah titik pengambilan air bersih untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
Setelah sebelumnya layanan tersedia di Booster Perumnas III, Pontianak Timur, kini masyarakat juga dapat mengambil air tawar gratis di Booster Wonoyoso, Jalan Purnama Madya, Pontianak Selatan.
Layanan tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat mulai pukul 06.00 WIB hingga 22.00 WIB. Warga cukup membawa jeriken atau wadah air masing-masing untuk mengambil air yang telah disediakan di titik layanan.
Langkah tersebut dilakukan Pemerintah Kota Pontianak bersama Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa sebagai bentuk respons terhadap meningkatnya kebutuhan air tawar masyarakat akibat kondisi air baku yang mengalami perubahan kualitas.
Pemkot Pontianak Tambah Akses Air Tawar Gratis
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan penambahan titik pengambilan air merupakan bagian dari upaya pemerintah membantu masyarakat mendapatkan air untuk kebutuhan dasar selama kondisi air baku belum sepenuhnya normal.
Menurut Edi, musim kemarau dan masuknya air asin ke sumber air baku memberikan dampak terhadap ketersediaan air dengan kualitas yang dibutuhkan masyarakat. Karena itu, pemerintah meminta Perumda Tirta Khatulistiwa menyiapkan sejumlah titik layanan agar warga tetap memiliki alternatif untuk mendapatkan air tawar.
“Saya sudah memerintahkan PDAM untuk menyiapkan tempat-tempat tersebut,” ujar Edi, Senin (31/8/2026).
Selain menyiapkan titik pengambilan air, Edi juga meminta Perumda memastikan pasokan air tawar dapat didistribusikan ke kawasan masyarakat yang membutuhkan.
Namun, distribusi menggunakan mobil tangki masih menghadapi kendala karena jumlah armada yang tersedia terbatas. Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemkot Pontianak menggandeng berbagai pihak dalam mendukung distribusi air ke masyarakat.
Armada pendukung berasal dari PMI, pemadam kebakaran dan kepolisian. Selain mobil tangki, terdapat pula kendaraan bak terbuka yang dilengkapi tandon untuk membawa air tawar ke lokasi-lokasi yang membutuhkan.
Warga Tak Perlu Gunakan Air Galon untuk Mandi dan Mencuci
Pemerintah berupaya menjaga agar pasokan air tawar tetap tersedia sehingga masyarakat tidak perlu menggunakan air galon untuk seluruh kebutuhan rumah tangga, seperti mandi, mencuci dan keperluan sanitasi.
Edi memahami bahwa kebutuhan air tawar masyarakat mengalami peningkatan dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut terlihat dari antrean warga di sejumlah lokasi pengisian air galon.
Karena itu, keberadaan titik pengambilan air gratis diharapkan dapat mengurangi beban masyarakat sekaligus membantu memenuhi kebutuhan air rumah tangga.
“Kami usahakan air tawar ini tetap tersedia,” katanya.
Dengan bertambahnya titik layanan, masyarakat diharapkan dapat memperoleh akses air lebih mudah tanpa harus membeli air dalam kemasan atau mengeluarkan biaya tambahan untuk kebutuhan dasar selama kondisi air baku masih mengalami gangguan.
Air Tawar Gratis Bisa Diambil dengan Jeriken
Direktur Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa, Abdullah, mengatakan masyarakat dapat memanfaatkan layanan tersebut dengan membawa wadah masing-masing, seperti jeriken atau tempat penampungan air lainnya.
Perumda telah menyediakan sejumlah keran khusus untuk memudahkan warga mengambil air. Menurut Abdullah, layanan pengambilan air gratis tersebut telah berjalan sejak Rabu sebelumnya.
“Untuk masyarakat bisa mengambil menggunakan jeriken atau wadah masing-masing. Kami sudah siapkan keran-keran pengambilan air,” jelas Abdullah.
Ia memastikan masyarakat tidak dikenakan biaya untuk mendapatkan air dari titik layanan tersebut.
Dari sisi kualitas, air yang disediakan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumsi. Meski demikian, masyarakat tetap dianjurkan memasak air terlebih dahulu sebelum diminum sebagai langkah untuk memastikan air aman dikonsumsi.
“Kualitasnya bisa untuk minum, tetapi kami harapkan sebelum dikonsumsi dimasak terlebih dahulu,” ujarnya.
Stok Air Tawar di Perumnas III dan Wonoyoso Capai 500 Kubik
Abdullah menjelaskan Perumda juga terus memantau ketersediaan stok air pada setiap titik layanan. Saat ini, persediaan air di Booster Perumnas III mencapai sekitar 500 meter kubik.
Jumlah yang hampir sama juga tersedia di Booster Wonoyoso, yakni sekitar 500 meter kubik. Sementara itu, ketersediaan air di titik Imam Bonjol bersifat kondisional dan akan menyesuaikan dengan kondisi distribusi air baku dari Penepat.
“Stok kita di Perumnas III kurang lebih 500 kubik. Di Wonoyoso hampir sama, sekitar 500 kubik. Untuk Imam Bonjol kondisional,” jelasnya.
Ketersediaan stok tersebut terus dievaluasi agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan secara berkelanjutan. Jika kebutuhan warga meningkat dan stok memungkinkan, Perumda akan menyesuaikan distribusi di masing-masing titik.
Layanan Gratis Tak Ganggu Pelanggan PDAM
Abdullah memastikan keberadaan titik pengambilan air gratis tidak mengganggu operasional rutin pelayanan air perpipaan kepada pelanggan Perumda.
Seluruh instalasi pengolahan dan jaringan distribusi tetap dioperasikan secara maksimal. Penyesuaian dilakukan berdasarkan kondisi air baku dan kemampuan produksi masing-masing instalasi.
“Untuk operasional rutin, semua instalasi tetap kita maksimalkan. Ini tidak mengganggu aliran harian,” katanya.
Ia menambahkan, kondisi air baku di Sungai Kapuas saat ini mulai menunjukkan perbaikan dengan kadar garam yang turun hingga di bawah 1.000 miligram per liter.
Kondisi serupa juga mulai terlihat di kawasan Parit Mayor. Dengan adanya penurunan kadar garam tersebut, Perumda terus memaksimalkan produksi dan distribusi melalui jaringan perpipaan kepada pelanggan.
Distribusi Air Akan Disesuaikan dengan Kebutuhan Warga
Dalam pendistribusian air bersih, Perumda Tirta Khatulistiwa terus berkoordinasi dengan berbagai instansi dan unsur pemerintahan di tingkat daerah.
Koordinasi dilakukan bersama dinas terkait, kecamatan, kelurahan serta pihak lainnya yang memiliki peran dalam membantu penyaluran air kepada masyarakat.
“Ke depan kami akan berkoordinasi dengan instansi terkait, baik dinas, kecamatan, maupun kelurahan,” ujar Abdullah.
Evaluasi terhadap stok air dan kebutuhan warga juga akan terus dilakukan. Apabila permintaan masyarakat meningkat, titik pengambilan air dapat ditambah atau distribusi air melalui armada tangki diperluas sesuai kondisi di lapangan.
Selain memenuhi kebutuhan masyarakat umum, Perumda juga memberikan perhatian khusus terhadap fasilitas kesehatan yang membutuhkan pasokan air secara berkelanjutan.
Salah satu prioritasnya adalah rumah sakit yang memberikan pelayanan kepada pasien cuci darah. Ketersediaan air bagi fasilitas kesehatan tersebut menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan keberlangsungan pelayanan kepada pasien.
“Yang rutin kami lakukan adalah suplai untuk instalasi darurat rumah sakit, terutama rumah sakit yang menangani pasien cuci darah. Itu menjadi prioritas kami,” pungkasnya.
Dengan penambahan titik air tawar gratis, Pemkot Pontianak dan Perumda Tirta Khatulistiwa berharap masyarakat dapat lebih mudah memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari selama kondisi air baku belum sepenuhnya stabil.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat memanfaatkan fasilitas tersebut secara bijak dan sesuai kebutuhan agar ketersediaan air dapat dirasakan oleh lebih banyak warga yang membutuhkan.





