RADARKHATULISTIWA- Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh dunia pendidikan tinggi vokasi di Kalimantan Barat. Politeknik Negeri Pontianak (Polnep) berhasil mencatatkan pencapaian gemilang dengan menempati peringkat ketiga sebagai Politeknik Negeri terbaik di Indonesia tahun 2026 berdasarkan pemeringkatan lembaga internasional UniRanks.
Keberhasilan tersebut semakin mengukuhkan posisi Polnep sebagai salah satu perguruan tinggi vokasi terdepan di Tanah Air yang tidak hanya menitikberatkan pada kualitas akademik, tetapi juga berkomitmen kuat dalam menyiapkan lulusan yang siap memasuki dunia kerja serta memberikan pelayanan terbaik bagi mahasiswa.
Wakil Direktur I Bidang Akademik dan Perencanaan Polnep, Irawan Suharto, membenarkan capaian tersebut. Ia menjelaskan bahwa UniRanks melakukan penilaian terhadap perguruan tinggi secara komprehensif dengan mempertimbangkan berbagai indikator penting, mulai dari reputasi kampus di tingkat lokal dan internasional, mutu proses pendidikan, keberhasilan karier para lulusan, kualitas layanan mahasiswa, hingga sejauh mana institusi melakukan transformasi digital dalam sistem akademiknya.
“Alhamdulillah, Polnep berhasil meraih posisi ketiga secara nasional untuk kategori politeknik,” ujar Irawan saat ditemui di ruang kerjanya pada Kamis (5/3/2026).
Dalam pemeringkatan tersebut, Polnep bersaing dengan puluhan politeknik negeri di seluruh Indonesia. Dari total 49 politeknik negeri yang masuk dalam penilaian UniRanks, kampus vokasi yang berlokasi di Pontianak ini mampu menembus posisi tiga besar nasional. Sementara itu, peringkat pertama ditempati oleh Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) yang selama ini dikenal sebagai salah satu politeknik unggulan di Indonesia.
Irawan juga menjelaskan bahwa jika pencarian dilakukan menggunakan kata kunci “Pontianak” pada laman UniRanks, maka Polnep menjadi perguruan tinggi dengan peringkat tertinggi yang menggunakan nama kota tersebut. Posisinya bahkan berada di atas Universitas Muhammadiyah Pontianak dalam hasil pemeringkatan tersebut.
Meski demikian, ia mengakui bahwa skor yang diperoleh Polnep saat ini masih berada di kisaran angka 30-an. Hal tersebut menunjukkan masih banyak aspek yang perlu terus ditingkatkan oleh pihak kampus agar mampu bersaing lebih kuat di tingkat nasional maupun internasional.
“Skor kita memang masih di angka tiga puluhan, yang berarti masih ada banyak hal yang harus terus kita perbaiki dan tingkatkan. Namun tentu saja kita tetap bersyukur karena bisa berada di posisi ketiga nasional untuk kategori politeknik,” jelasnya.
Sebagai upaya untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan capaian tersebut, Polnep saat ini tengah menyiapkan berbagai langkah strategis, terutama yang berkaitan dengan peningkatan fasilitas dan kualitas pelayanan bagi mahasiswa.
Sejumlah program pembenahan yang sedang dilakukan di antaranya adalah pemasangan kamera pengawas (CCTV) di hampir seluruh area kampus guna memperkuat sistem keamanan dan pengawasan lingkungan akademik. Selain itu, pihak kampus juga merencanakan penambahan armada bus mahasiswa untuk menunjang mobilitas civitas akademika.
Tidak hanya itu, Polnep juga melakukan pembenahan infrastruktur ruang kelas, terutama untuk mengantisipasi potensi genangan atau banjir ketika curah hujan tinggi. Peningkatan fasilitas laboratorium serta bengkel praktik juga menjadi salah satu prioritas penting dalam pengembangan kampus.
Sebagai contoh, di Jurusan Teknik Mesin Polnep kini telah tersedia fasilitas virtual welding, yaitu teknologi simulasi pengelasan digital yang memungkinkan mahasiswa mempelajari teknik pengelasan secara virtual sebelum melakukan praktik langsung di bengkel.
Sementara di bidang perikanan, kampus ini juga telah dilengkapi dengan simulator kapal berbasis teknologi canggih yang digunakan sebagai sarana pembelajaran bagi mahasiswa. Di sisi lain, sistem evaluasi akademik juga terus mengalami modernisasi dengan penerapan ujian berbasis komputer atau Computer Based Test (CBT).
Dari sisi minat calon mahasiswa, program studi yang berada di rumpun Tata Niaga masih menjadi pilihan paling diminati setiap tahunnya. Program seperti Administrasi Bisnis dan Akuntansi tercatat sebagai jurusan favorit, disusul oleh jurusan di bidang rekayasa seperti Teknik Mesin, Teknik Sipil, Teknik Elektro, serta Teknologi Informasi.
Untuk tahun akademik ini, Polnep menerima sekitar 3.000 mahasiswa baru yang berasal dari berbagai jalur seleksi. Sementara itu, khusus untuk jalur mandiri, jumlah pendaftar dalam dua tahun terakhir tercatat mencapai antara 1.800 hingga 2.000 orang.
Menurut Irawan, jika dibandingkan dengan politeknik lain di Kalimantan Barat, jumlah peminat yang mendaftar ke Polnep tergolong jauh lebih tinggi.
“Jika dibandingkan dengan politeknik lainnya di Kalbar, jumlah pendaftar di Polnep memang masih yang paling tinggi,” ungkapnya.
Selain itu, Polnep juga telah menjalin ratusan kerja sama dengan berbagai industri dan instansi pemerintah maupun swasta. Melalui kemitraan tersebut, mahasiswa memiliki kesempatan lebih luas untuk mengikuti program magang di sejumlah perusahaan besar, seperti Trakindo Utama dan United Tractors, khususnya bagi mahasiswa dari jurusan teknik.
Dari sisi penyerapan lulusan, tingkat keberhasilan alumni Polnep dalam memasuki dunia kerja juga tergolong tinggi. Berdasarkan hasil tracer study kampus, sekitar 83 persen lulusan tahun 2023 hingga 2024 telah berhasil mendapatkan pekerjaan. Persentase tersebut bahkan meningkat menjadi sekitar 84 hingga 85 persen pada pengukuran tahun 2025.
Ke depan, Polnep juga memiliki rencana untuk membuka program pendidikan S2 Terapan, khususnya pada bidang pertanian dan akuntansi. Namun rencana tersebut masih akan mempertimbangkan berbagai aspek penting, termasuk kesiapan tenaga pengajar serta ketersediaan fasilitas pendukung.
Meski memiliki rencana pengembangan program baru, pihak kampus menegaskan bahwa fokus utama tetap pada peningkatan kualitas program pendidikan yang sudah berjalan saat ini agar mutu pembelajaran tetap terjaga.
“Kami tidak ingin hanya mengejar jumlah program studi atau mahasiswa. Yang paling penting adalah memastikan kualitas pendidikan benar-benar siap dan terjaga dengan baik,” tutup Irawan. (*)

