PWI Kalbar Dorong Sanggau Jadi Pusat Pengembangan Jurnalistik Kawasan Perbatasan
Radarkhatulistiwa – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Barat membuka peluang kerja sama lebih luas dengan Pemerintah Kabupaten Sanggau untuk memperkuat kompetensi wartawan dan mengembangkan program jurnalistik, khususnya di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.
Ketua PWI Kalimantan Barat, Kundori, menyambut positif dukungan Pemerintah Kabupaten Sanggau terhadap penyelenggaraan Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) PWI Kalbar di Kota Sanggau. Dukungan tersebut dinilai menjadi langkah awal yang baik untuk memperluas sinergi antara organisasi profesi wartawan dan pemerintah daerah.
Menurut Kundori, posisi geografis Kabupaten Sanggau yang berbatasan langsung dengan Malaysia memberikan nilai strategis bagi pengembangan kegiatan jurnalistik. Berbagai persoalan di kawasan perbatasan, mulai dari kehidupan sosial masyarakat hingga pembangunan wilayah, dinilai layak mendapat perhatian melalui pemberitaan yang berkualitas.
“Kami menyambut baik apa yang disampaikan Ibu Wakil Bupati Sanggau. Saat ini, OKK bisa digelar di Kota Sanggau karena mendapat dukungan. Sanggau memiliki posisi strategis karena berada di wilayah perbatasan Malaysia,” ujar Kundori.
Ia berharap dukungan pemerintah daerah tidak hanya terbatas pada pelaksanaan OKK, tetapi dapat berlanjut melalui berbagai program yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan dan profesionalisme wartawan di Kalimantan Barat.
Kundori menjelaskan, terdapat sejumlah program PWI yang berpotensi dikembangkan bersama Pemerintah Kabupaten Sanggau. Di antaranya Uji Kompetensi Wartawan (UKW), sekolah jurnalistik, seminar pembangunan, serta forum diskusi yang membahas isu strategis di tingkat daerah maupun kawasan perbatasan.
“Kalau memang ada kolaborasi lagi, harapannya bukan hanya OKK. Program-program PWI lainnya juga bisa dilaksanakan di Sanggau, seperti UKW, sekolah jurnalistik, seminar pembangunan, atau kegiatan lainnya,” katanya.
Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi sarana bagi wartawan untuk memperdalam pengetahuan, meningkatkan keterampilan jurnalistik, serta memahami berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Peningkatan kapasitas ini juga penting agar wartawan mampu menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan sesuai dengan kaidah jurnalistik.
Selain pengembangan kompetensi, pelaksanaan kegiatan jurnalistik di Sanggau dinilai dapat membuka ruang diskusi yang lebih luas mengenai pembangunan daerah. Berbagai isu yang berkembang di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia dapat dibahas secara mendalam, termasuk tantangan pembangunan, dinamika sosial ekonomi, serta potensi daerah yang perlu diketahui masyarakat.
Kundori menilai pers memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi mengenai kehidupan masyarakat perbatasan. Melalui pemberitaan yang profesional dan berlandaskan fakta, media dapat membantu memperkenalkan potensi daerah sekaligus mengangkat persoalan yang membutuhkan perhatian berbagai pihak.
Karena itu, PWI Kalbar membuka kesempatan untuk menjalin kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya. Kerja sama tersebut diharapkan dapat diwujudkan melalui program yang berkelanjutan, sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh insan pers, tetapi juga masyarakat secara luas.
Dukungan Pemerintah Kabupaten Sanggau terhadap pelaksanaan OKK diharapkan menjadi fondasi bagi pengembangan kerja sama berikutnya. Dengan adanya program peningkatan kapasitas wartawan dan forum pembahasan isu strategis, Sanggau berpeluang menjadi salah satu lokasi penting bagi pengembangan jurnalistik di Kalimantan Barat.
Melalui sinergi antara PWI dan pemerintah daerah, penguatan kualitas pers di kawasan perbatasan diharapkan dapat berjalan seiring dengan kebutuhan masyarakat terhadap informasi yang terpercaya. Pers yang profesional diharapkan mampu berkontribusi dalam mengawal pembangunan, menyampaikan aspirasi warga, serta memperluas perhatian publik terhadap berbagai perkembangan di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.





