Bung Karno Festival GMNI Pontianak Bangkitkan Semangat Marhaenisme dan Nasionalisme Generasi Muda
RADARKHATULISTIWA – Semangat perjuangan dan nilai-nilai ajaran Proklamator Republik Indonesia, Ir. Soekarno, kembali digaungkan melalui penyelenggaraan Bung Karno Festival yang digelar Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Pontianak.
Festival yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Bulan Bung Karno tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 25 hingga 27 Juni 2026, dengan menghadirkan berbagai kegiatan yang melibatkan kader GMNI, tokoh masyarakat, akademisi, kelompok tani, alumni, hingga masyarakat umum.
Mengusung semangat kebersamaan dan pengabdian kepada rakyat, festival ini tidak hanya menjadi agenda seremonial untuk mengenang jasa Bung Karno sebagai Bapak Proklamator, tetapi juga menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan nilai-nilai nasionalisme, gotong royong, dan Marhaenisme yang diwariskan kepada generasi muda.
Ketua DPC GMNI Pontianak mengatakan, Bung Karno Festival merupakan salah satu bentuk nyata implementasi nilai perjuangan Bung Karno dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, semangat perjuangan tidak cukup hanya dikenang melalui upacara atau seremoni tahunan, tetapi harus diwujudkan dalam aksi nyata yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Kami ingin menghadirkan semangat Bung Karno di tengah masyarakat melalui kegiatan yang membangun solidaritas, mempererat hubungan antara mahasiswa dan warga, serta menumbuhkan rasa persatuan dan kepedulian sosial,” ujarnya.
Selama tiga hari pelaksanaan, berbagai kegiatan digelar dengan mengusung nilai kebersamaan dan keberpihakan kepada rakyat. Salah satunya adalah Anjangsana Marhaenis bersama kelompok tani sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat yang menjadi bagian penting dalam pembangunan ekonomi daerah.
Selain itu, peserta juga mengikuti berbagai kegiatan silaturahmi yang melibatkan alumni GMNI, olahraga bersama, hingga diskusi kebangsaan yang membahas berbagai persoalan strategis bangsa.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak hari pertama pelaksanaan festival. Warga dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh masyarakat, pemuda, mahasiswa, hingga anak-anak, turut hadir mengikuti rangkaian kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban.
Interaksi tanpa sekat antara mahasiswa dan masyarakat menjadi salah satu gambaran nyata semangat gotong royong yang selama ini menjadi fondasi pemikiran Bung Karno dalam membangun bangsa yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian.
Menurut panitia, Bung Karno Festival bukan sekadar agenda organisasi, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkuat hubungan sosial antara mahasiswa dan masyarakat. Nilai-nilai Marhaenisme yang menempatkan rakyat sebagai pusat perjuangan diharapkan dapat terus hidup dan berkembang melalui berbagai aktivitas yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.
Puncak kegiatan ditandai dengan penyelenggaraan Diskusi Kebangsaan yang mengangkat tema mengenai dinamika geopolitik dan berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini.
Forum tersebut menghadirkan tokoh masyarakat serta akademisi yang membahas perkembangan situasi nasional maupun global, sekaligus mengajak generasi muda untuk lebih kritis dalam menyikapi berbagai persoalan kebangsaan tanpa meninggalkan nilai persatuan dan semangat nasionalisme.
Melalui forum diskusi tersebut, peserta diajak memahami bahwa tantangan bangsa ke depan tidak hanya berkaitan dengan persoalan ekonomi dan politik, tetapi juga bagaimana menjaga persatuan, memperkuat kedaulatan bangsa, serta membangun karakter generasi muda yang berintegritas.
DPC GMNI Pontianak berharap Bung Karno Festival dapat menjadi agenda yang terus berkelanjutan sebagai ruang pendidikan politik, penguatan ideologi, serta pengabdian kepada masyarakat.
Organisasi ini juga menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program-program yang berpihak kepada kepentingan rakyat, memperkuat semangat gotong royong, dan menjaga api perjuangan Marhaenisme agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Melalui kegiatan tersebut, GMNI Pontianak ingin memastikan bahwa ajaran Bung Karno tidak hanya menjadi bagian dari sejarah, tetapi terus menjadi inspirasi bagi generasi muda dalam membangun Indonesia yang lebih adil, berdaulat, dan berkepribadian.




