Gubernur Kalbar Minta Warga Hentikan Pembakaran Lahan Saat Kemarau

Gubernur Kalbar Instruksikan Hentikan Sementara Pembakaran Lahan Saat Kemarau, Fokus Padamkan Titik Api

RADARKHATULISTIWA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mengambil langkah untuk menekan risiko meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi selama musim kemarau.

Gubernur Kalbar Ria Norsan akan mengeluarkan instruksi kepada masyarakat, terutama warga yang melakukan aktivitas berladang, agar menghentikan sementara kegiatan pembakaran lahan.

Kebijakan tersebut diambil di tengah kondisi kebakaran lahan di Kalimantan Barat yang semakin menjadi perhatian. Berdasarkan data yang disampaikan Ria Norsan, luas lahan yang telah terbakar di wilayah Kalbar saat ini mencapai lebih dari 28 ribu hektare.

Dengan kondisi cuaca yang kering, pemerintah menilai aktivitas pembakaran lahan memiliki risiko lebih besar untuk memicu munculnya titik api baru maupun menyebabkan api yang sudah ada semakin sulit dikendalikan.

Ria Norsan mengatakan, pemerintah bersama tim gabungan saat ini akan memprioritaskan penanganan kebakaran yang telah terjadi. Upaya tersebut dilakukan melalui pemantauan titik panas secara intensif serta memastikan setiap lokasi yang terbakar benar-benar telah padam dan tidak kembali menimbulkan api.

“Imbauan kita kepada masyarakat, saya akan keluarkan instruksi kepada masyarakat terutama yang berladang untuk tidak membakar lahan pada saat kemarau. Saat ini sudah ada 28 ribu lebih lahan di wilayah Kalbar terbakar,” ujar Ria Norsan.

Ia menegaskan, penghentian sementara aktivitas pembakaran lahan tersebut berlaku selama kondisi kemarau dan fenomena El Nino masih berlangsung. Masyarakat diminta ikut membantu pemerintah mencegah munculnya kebakaran baru dengan tidak melakukan pembakaran di lahan dalam kondisi cuaca yang kering.

Menurut Ria Norsan, pembukaan lahan dengan cara membakar juga tidak dapat dilakukan sembarangan. Aktivitas tersebut harus memperhatikan ketentuan hukum yang berlaku serta aturan daerah yang mengatur mengenai kearifan lokal masyarakat dalam membuka lahan.

“Kalau melanggar instruksi, sama saja melanggar UU Nomor 22 tentang lingkungan hidup dan Perda Nomor 1 Tahun 2022 tentang kearifan lokal terkait membakar lahan maksimal dua hektare,” katanya.

Di tengah tingginya luasan lahan yang terbakar, pemerintah kini lebih mengutamakan upaya pengendalian terhadap titik api yang telah terdeteksi. Tim gabungan akan terus melakukan pemantauan untuk mencegah api kembali muncul setelah proses pemadaman dilakukan.

“Jadi kita berhentikan dulu aktivitas yang berkaitan dengan pembakaran sampai El Nino berakhir. Kita fokus dulu memantau dan memadamkan titik panas,” tegasnya.

Penghentian sementara pembakaran lahan dinilai menjadi langkah penting untuk mencegah bertambahnya titik panas baru. Sebab, ketika kondisi lahan dan vegetasi mengering akibat kemarau, api yang berasal dari pembakaran dapat lebih mudah menyebar dan sulit dikendalikan.

Selain berdampak terhadap lingkungan, kebakaran lahan juga berpotensi menimbulkan asap yang dapat mengganggu kualitas udara dan aktivitas masyarakat. Kondisi tersebut juga dapat memberikan dampak terhadap kesehatan, terutama bagi kelompok masyarakat yang rentan terhadap paparan asap.

Karena itu, pemerintah mengharapkan masyarakat tidak hanya mengandalkan upaya pemadaman yang dilakukan petugas. Pencegahan dari tingkat masyarakat menjadi bagian penting dalam mengendalikan karhutla, terutama dengan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Ria Norsan pun mengajak masyarakat, khususnya para petani dan warga yang memiliki aktivitas pembukaan lahan, untuk mematuhi instruksi penghentian sementara pembakaran selama kondisi kemarau berlangsung.

Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat ikut menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kebakaran lahan di wilayah masing-masing. Dengan keterlibatan masyarakat, pemerintah berharap kebakaran tidak semakin meluas dan penanganan titik api dapat dilakukan lebih cepat.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat bersama tim gabungan akan terus memantau perkembangan titik panas di berbagai wilayah. Fokus utama saat ini adalah memadamkan api yang masih menyala, memastikan lokasi yang telah terbakar benar-benar aman, sekaligus mencegah munculnya kebakaran baru selama musim kemarau.

Iklan