Krisis Air Bersih di Rutan Pontianak Jadi Sorotan, DPRD Siap Dorong Solusi Konkret

Krisis Air Bersih di Rutan Pontianak Jadi Sorotan, DPRD Dorong Solusi Bersama PDAM

RADARKHATULISTIWA – Kebutuhan akan air bersih di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Pontianak kini menjadi isu krusial yang mendapat perhatian serius, terutama seiring dengan meningkatnya jumlah warga binaan yang berdampak langsung pada lonjakan konsumsi air untuk kebutuhan sehari-hari. Kondisi ini turut menjadi salah satu fokus dalam momentum peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) yang diperingati tahun ini.

Persoalan tersebut tidak hanya menjadi tantangan internal, tetapi juga mendorong berbagai pihak untuk berkolaborasi dalam mencari solusi berkelanjutan. Kepala Rutan Kelas IIA Pontianak, Timbul Aliansyah Panjaitan, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan sejumlah langkah strategis, termasuk kegiatan bakti sosial berupa pembangunan sumur bor guna membantu penyediaan air bersih, baik untuk kebutuhan masyarakat maupun sebagai bentuk kepedulian sosial institusi.

Ia menjelaskan bahwa pembangunan sumur bor tersebut dilaksanakan di salah satu masjid di kawasan Pal 9 sebagai bagian dari rangkaian kegiatan HBP. Meski demikian, kebutuhan air bersih di dalam rutan sendiri masih menjadi tantangan yang harus segera diatasi mengingat tingginya jumlah penghuni yang secara otomatis meningkatkan kebutuhan air setiap harinya.

Di tengah keterbatasan tersebut, Rutan Pontianak tetap berupaya mengoptimalkan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui berbagai unit usaha produktif. Beberapa kegiatan yang telah berjalan di antaranya produksi tempe, pembuatan es batu kristal, layanan laundry, hingga barbershop yang dikelola secara mandiri oleh warga binaan di bawah pengawasan petugas.

Menariknya, produk tempe hasil pembinaan tersebut direncanakan akan diperluas pemasarannya melalui kerja sama dengan pihak kepolisian. Rutan Pontianak disebut tengah menjajaki kolaborasi dengan Polres setempat untuk menyuplai kebutuhan konsumsi anggota yang bertugas patroli di berbagai waktu, sekaligus memenuhi kebutuhan internal rutan dan masyarakat sekitar.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin, menegaskan komitmennya untuk turut mencari solusi atas persoalan air bersih yang dihadapi rutan. Ia menyatakan akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk PDAM Kota Pontianak, guna memastikan pasokan air dapat terpenuhi secara optimal.

Menurutnya, ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang tidak bisa ditunda penanganannya, terlebih bagi lingkungan rutan yang memiliki tingkat hunian tinggi. Oleh karena itu, langkah konkret dan sinergi antarinstansi dinilai menjadi kunci dalam mengatasi persoalan tersebut.

Selain menyoroti persoalan infrastruktur dasar, Satarudin juga memberikan apresiasi terhadap berbagai program pembinaan yang telah dijalankan di Rutan Pontianak. Ia menilai upaya pemberdayaan warga binaan melalui kegiatan usaha produktif merupakan langkah positif yang mampu mendorong kemandirian ekonomi sekaligus memberikan bekal keterampilan setelah mereka kembali ke masyarakat.

Dengan adanya perhatian terhadap pemenuhan kebutuhan dasar serta penguatan program pembinaan yang berkelanjutan, diharapkan Rutan Kelas IIA Pontianak dapat menciptakan lingkungan yang lebih manusiawi, layak, dan produktif bagi seluruh warga binaan, sekaligus menjadi contoh pembinaan pemasyarakatan yang adaptif dan berdampak nyata.

Krisis Air Bersih di Rutan Pontianak Jadi Sorotan, DPRD Dorong Solusi Bersama PDAM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *