Perpustakaan Kota Pontianak Raih Nilai 92,23, Berpeluang Sabet Akreditasi A dari Perpusnas

Perpustakaan Kota Pontianak Raih Nilai 92,23, Berpeluang Sabet Akreditasi A dari Perpusnas

RADARKHATULISTIWA – Kualitas layanan Perpustakaan Kota Pontianak kembali mencatatkan prestasi membanggakan.

Berdasarkan hasil penilaian akreditasi yang dilakukan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI), perpustakaan ini berhasil meraih nilai 92,23, yang menempatkannya pada kategori Akreditasi A. Meski demikian, status tersebut masih menunggu penetapan dan pengumuman resmi dari Perpusnas RI.

Capaian tersebut menjadi indikator meningkatnya mutu pelayanan literasi yang selama ini terus dikembangkan Pemerintah Kota Pontianak melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip). Berbagai pembenahan fasilitas, layanan, hingga program literasi dinilai berkontribusi besar terhadap hasil akreditasi yang diperoleh.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pontianak, Rendrayani, mengungkapkan rasa syukur atas hasil penilaian tersebut. Menurutnya, nilai yang diperoleh merupakan buah dari kerja keras seluruh jajaran dalam menghadirkan layanan perpustakaan yang semakin berkualitas dan ramah bagi masyarakat.

“Nilai yang kami peroleh sebesar 92,23 dan masuk rentang Akreditasi A. Namun, kami masih menunggu pengumuman resmi dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia,” ujarnya, Selasa (30/6/2026).

Ia menjelaskan, pencapaian ini tidak lepas dari sinergi seluruh tim, dukungan para mitra, komunitas literasi, serta masyarakat yang selama ini aktif memanfaatkan berbagai layanan perpustakaan.

“Terima kasih untuk semua yang sudah mendukung perjalanan kami, mulai dari pengunjung, mitra, hingga seluruh pihak yang selalu percaya pada perpustakaan,” katanya.

Menurut Rendrayani, konsep perpustakaan saat ini telah berkembang menjadi lebih dari sekadar tempat membaca dan meminjam buku. Perpustakaan kini hadir sebagai ruang publik yang nyaman untuk belajar, berdiskusi, berkarya, hingga berkolaborasi bagi berbagai kalangan.

Peningkatan kualitas layanan semakin terasa sejak beroperasinya Gedung Layanan Perpustakaan Kota Pontianak yang baru di Jalan Ampera. Gedung tersebut diresmikan oleh Wali Kota Pontianak pada 29 Desember 2025 sebagai bagian dari upaya memperluas akses literasi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Dengan konsep modern, terbuka, nyaman, dan inklusif, gedung baru tersebut menyediakan berbagai fasilitas yang mendukung aktivitas literasi. Mulai dari koleksi buku cetak dan digital, ruang baca anak, ruang diskusi, layanan referensi, hingga fasilitas ramah penyandang disabilitas.

Selain itu, Disperpusip juga terus mengembangkan beragam fasilitas penunjang seperti ruang baca lansia, ruang baca disabilitas, ruang rapat, ruang serbaguna, studio kreatif, layanan perpustakaan digital, akses internet gratis, mobil perpustakaan keliling, rumah baca, hingga berbagai program literasi yang rutin digelar.

Rendrayani menilai transformasi tersebut berdampak positif terhadap meningkatnya jumlah kunjungan masyarakat. Pelajar, mahasiswa, keluarga, komunitas, hingga masyarakat umum kini semakin aktif memanfaatkan perpustakaan sebagai ruang belajar sekaligus ruang berkegiatan.

Menurutnya, capaian akreditasi bukan sekadar penghargaan administratif, tetapi menjadi motivasi untuk terus melakukan inovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan.

“Bagi kami, Akreditasi A bukan sekadar nilai, tetapi penyemangat untuk terus berbenah, berinovasi, dan menjadikan perpustakaan sebagai ruang yang nyaman untuk belajar, berkarya, dan bertemu dengan banyak inspirasi,” ungkapnya.

Ke depan, Disperpusip Kota Pontianak berkomitmen menjaga bahkan meningkatkan standar pelayanan yang telah dicapai. Penguatan koleksi, peningkatan kualitas fasilitas, kemudahan akses layanan, hingga perluasan program literasi akan terus dilakukan agar perpustakaan semakin memberi manfaat bagi masyarakat.

“Akreditasi ini menjadi tanggung jawab bagi kami untuk terus memberikan layanan terbaik dan menjadikan perpustakaan sebagai pusat literasi yang hidup di Kota Pontianak,” pungkasnya.

Iklan