RADARKHATULISWA – Politeknik Negeri Pontianak (Polnep) terus memperkuat langkah strategisnya dalam bertransformasi menjadi universitas terapan atau politeknik university. Momentum perayaan Dies Natalis ke-39 dimanfaatkan sebagai titik penguatan komitmen menuju perubahan status kelembagaan yang kini disebut telah memasuki fase akhir.
Direktur Polnep, Widodo, mengungkapkan bahwa seluruh dokumen yang menjadi persyaratan transformasi telah diselesaikan secara menyeluruh dan mendapatkan tanggapan positif dari pemerintah pusat. Hal ini menjadi sinyal kuat bahwa proses perubahan status institusi tersebut tinggal menunggu tahap finalisasi.
Menurutnya, upaya transformasi ini ditargetkan dapat terealisasi pada tahun 2026. Ia menegaskan bahwa perubahan tersebut tidak sekadar pergantian nama atau nomenklatur, melainkan akan diikuti dengan penyesuaian struktur organisasi kampus agar lebih relevan dengan kebutuhan institusi berskala universitas.
Lebih lanjut, Widodo menjelaskan bahwa meskipun nantinya berstatus sebagai universitas, Polnep tetap akan mempertahankan ciri khasnya sebagai perguruan tinggi vokasi yang berfokus pada pendidikan terapan. Namun, cakupan akademiknya akan diperluas hingga jenjang pendidikan tertinggi, yakni program doktoral atau S3.
Ia juga menambahkan bahwa transformasi ini diharapkan mampu mengubah persepsi masyarakat yang selama ini menganggap politeknik sebagai pilihan alternatif setelah universitas. Dengan status baru, Polnep diyakini akan memiliki daya saing yang lebih kuat, baik di tingkat nasional maupun dalam menghadapi tantangan global di dunia pendidikan tinggi.
Selain berdampak pada institusi, perubahan ini juga diproyeksikan berkontribusi terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kalimantan Barat. Hal tersebut sejalan dengan rencana ekspansi dan pengembangan kampus di sejumlah wilayah, seperti Sanggau, Kapuas Hulu, dan Singkawang, guna memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat.
Dalam proses pengembangannya, Polnep juga membuka peluang untuk menghadirkan program studi baru yang disesuaikan dengan kebutuhan industri serta regulasi pemerintah. Saat ini, Polnep telah memiliki 36 program studi yang tersebar di delapan jurusan, termasuk beberapa program baru seperti perpajakan dan digital marketing yang relevan dengan perkembangan zaman.
Widodo menekankan bahwa keberagaman bidang keilmuan menjadi keunggulan utama Polnep dibandingkan politeknik lainnya. Berbagai disiplin ilmu telah tersedia, mulai dari teknik, arsitektur, pertanian, kelautan, hingga bidang bisnis, akuntansi, dan administrasi, termasuk administrasi bisnis otomotif yang semakin diminati.
Dengan berbagai kesiapan tersebut, Polnep optimistis transformasi menjadi universitas terapan tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi juga memperkuat peran strategisnya dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang siap bersaing di era modern.

