Karhutla Pontianak Memburuk, Karang Taruna Luncurkan Posko Segar untuk Dukung Relawan

Karhutla Pontianak Memburuk, Karang Taruna Luncurkan Posko Segar untuk Dukung Relawan

RADARKHATULISTIWA – Kondisi kualitas udara di Kota Pontianak yang semakin memburuk akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong berbagai elemen masyarakat mengambil langkah nyata untuk membantu penanganan di lapangan.

Salah satunya dilakukan Karang Taruna Kota Pontianak dengan meluncurkan Posko Segar Relawan yang dipusatkan di halaman PMI Kota Pontianak.

Posko tersebut dihadirkan sebagai bentuk dukungan bagi para relawan dan petugas yang terlibat dalam penanganan karhutla, khususnya mereka yang harus bekerja di tengah kondisi udara yang tidak sehat. Keberadaan Posko Segar diharapkan dapat menjadi tempat pendukung bagi relawan sekaligus memperkuat semangat gotong royong masyarakat dalam menghadapi bencana asap yang melanda Kota Pontianak.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyampaikan bahwa kualitas udara di Pontianak saat ini telah berada pada kategori sangat tidak sehat. Kondisi tersebut mulai memberikan dampak terhadap aktivitas dan kesehatan masyarakat, salah satunya terlihat dari meningkatnya keluhan terkait infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan.

Menurut Edi, persoalan kabut asap yang terjadi saat ini juga menjadi perhatian masyarakat. Banyak warga menyampaikan keluhan mengenai buruknya kualitas udara melalui berbagai platform media sosial. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa dampak karhutla tidak hanya dirasakan oleh masyarakat yang berada di sekitar lokasi kebakaran, tetapi juga warga yang berada di kawasan perkotaan.

Edi menegaskan bahwa penanganan karhutla membutuhkan kerja bersama dan tidak boleh dilakukan secara setengah-setengah. Selama masih terdapat titik api yang berpotensi menimbulkan asap, upaya pemadaman harus terus dilakukan oleh petugas dan relawan.

“Saya berpesan, jangan sampai ada api yang masih menyala. Jadi kita terus padamkan, pagi, siang, malam, bahu-membahu,” tegas Edi usai menghadiri peluncuran Posko Segar di halaman PMI Kota Pontianak, Sabtu (22/8/2026).

Ia pun memberikan apresiasi terhadap langkah Karang Taruna Kota Pontianak yang berinisiatif mendirikan Posko Segar. Menurutnya, dukungan seperti ini penting karena penanganan bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan organisasi kemasyarakatan, relawan serta masyarakat secara luas.

Keberadaan Posko Segar diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan para relawan yang menjalankan tugas di lapangan. Selain menjadi bentuk dukungan secara langsung, posko tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan rasa kebersamaan dan kepedulian masyarakat dalam menghadapi kondisi kabut asap yang masih terjadi.

Di sisi lain, Edi mengingatkan seluruh relawan maupun petugas yang berada di lokasi penanganan karhutla agar tidak mengabaikan kondisi kesehatan. Menurutnya, bekerja dalam situasi udara yang buruk memiliki risiko tersendiri sehingga keselamatan dan kesehatan para petugas harus tetap menjadi perhatian.

“Kita harapkan para relawan dan petugas di lapangan tetap menjaga kesehatan. Mudah-mudahan dengan adanya Posko Segar ini bisa memberikan semangat dan kebersamaan kita dalam menghadapi bencana ini,” ujarnya.

Selain persoalan kebakaran hutan dan lahan, Edi juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya kebakaran bangunan. Ia menilai kondisi musim dan berbagai faktor lainnya perlu menjadi perhatian agar kejadian kebakaran tidak semakin menambah persoalan yang dihadapi masyarakat.

Ia juga menyinggung sejumlah peristiwa kebakaran bangunan yang terjadi di daerah lain dan menyebabkan kerugian material cukup besar. Karena itu, masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati terhadap berbagai sumber yang berpotensi memicu kebakaran, baik di lingkungan rumah maupun tempat usaha.

Dalam kondisi kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah, hujan menjadi salah satu hal yang sangat diharapkan untuk membantu proses penanganan karhutla. Turunnya hujan dinilai dapat membantu membasahi lahan yang terbakar sekaligus meningkatkan efektivitas proses pemadaman terhadap titik api yang masih muncul.

“Kita selalu berdoa agar diturunkan hujan. Dengan hujan, efektivitas terhadap kebakaran lahan itu lebih tinggi,” ungkap Edi.

Lebih lanjut, Edi mengatakan bahwa penanganan kebakaran lahan di Kalimantan Barat juga telah mendapatkan perhatian dari pemerintah pusat. Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat langkah pemerintah daerah bersama berbagai pihak dalam melakukan pemadaman dan mencegah meluasnya dampak karhutla.

Dengan kondisi kualitas udara yang masih mengkhawatirkan, kolaborasi antara pemerintah, petugas, relawan, organisasi masyarakat dan warga dinilai menjadi bagian penting dalam menghadapi bencana asap. Selain fokus memadamkan titik api, upaya menjaga kesehatan masyarakat dan memastikan keselamatan relawan juga perlu berjalan secara bersamaan.

Peluncuran Posko Segar Karang Taruna Kota Pontianak menjadi salah satu bentuk kepedulian masyarakat dalam merespons kondisi tersebut. Dukungan bersama diharapkan dapat membantu penanganan karhutla sekaligus mendorong masyarakat untuk tetap waspada terhadap ancaman kebakaran dan dampak buruk kualitas udara.

Iklan