Daerah
Sempat Tak Yakin Kuliah, Wahyudi Manfaatkan Beasiswa Kawasan Industri Pulau Penebang untuk Melanjutkan Pendidikan
FR Group Bantu Tangani Karhutla, Kirim 17 Mesin Pompa Air ke Sanggau dan Ketapang
Karhutla Meluas di Ketapang, Induk dan Anak Orangutan Diselamatkan dari Sungai Awan Kiri
KLH/BPLH Gencarkan Modifikasi Cuaca di Kalbar dan Kalteng, Ribuan Kilogram NaCl Ditebar
Banner Iklan

Polhukam
Edi Tegaskan Pelaku Pembakar Lahan di Pontianak Harus Ditindak, Dua Lokasi Karhutla Diselidiki
Bawa 3,04 Kg Emas Diduga Hasil Tambang Ilegal, Anggota DPRD Sintang Ditahan
Wali Kota Edi Perjuangkan Perumnas IV dan Star Borneo 7 Masuk Wilayah Pontianak
Kasus Balepress Rp16 Miliar di Kalbar, Polda dan TNI Ungkap Tantangan Pengawasan Perbatasan RI-Malaysia
FOMDA Kalbar Desak Pemerintah Pusat Percepat Infrastruktur dan Evaluasi DBH
Saintek
ASUS Perkenalkan Laptop Rekomendasi Terbaik dengan No.1 Quality dan Service di Pontianak 2026
Perpustakaan Pontianak Dorong Literasi dan Keterampilan Masyarakat
Aston Pontianak dan Dompet Ummat Rayakan Harganas 2026 Lewat Program “Sehari Jadi Orang Tua Asuh”
Pelajar SMTI Pontianak Raih Juara Inovasi Keselamatan Lalu Lintas, Edi Harap Jadi Agen Perubahan
BPS Kalbar Mulai Sensus Ekonomi 2026, Ribuan Petugas Turun ke Lapangan
Jurnal
Gaia Bumi Raya City XXI Kembali Beroperasi, Harga Mulai dari Rp30-50 ribu
Aston Pontianak dan Dompet Ummat Rayakan Harganas 2026 Lewat Program “Sehari Jadi Orang Tua Asuh”
Brotherhood Rolling City Satukan Ratusan Bikers di Pontianak, Perkuat Solidaritas Komunitas Motor
Staycation Hemat di Pontianak, Aston Beri Diskon 30 Persen Selama Libur Sekolah 2026
Anak Penjual Kerupuk Tembus Seleksi Paskibraka Nasional 2026 Bernama Mirza Rafi Navazani
Semua Berita
Pulpy Kenalkan Indie Rock Pontianak Lewat Single Debut “Lazy Pulp”
Lima Juta Liter Air Tawar Kembali Tiba di Parit Mayor, Pemkot Pontianak Perkuat Pasokan Air Bersih
Lima Qori-Qoriah Pontianak Raih Prestasi di MTQ Nasional 2026, Harumkan Nama Kalbar
Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat terus memperkuat konsolidasi organisasi melalui transformasi digital. Sebanyak 38 portal PWI Daerah di seluruh Indonesia kini dipersiapkan untuk terkonsolidasi dan diluncurkan secara serentak pada 1 Oktober 2026, bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila. Persiapan konsolidasi jaringan website tersebut dibahas dalam rapat di Kantor PWI Pusat, lantai 4 Gedung Dewan Pers, Jakarta, Selasa (22/9/2026). Rapat dipimpin Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir bersama Sekretaris Jenderal PWI Pusat Marthen Selamet Susanto, Ketua Bidang Multimedia dan IT Hilman Hidayat, Ketua Bidang Penyiaran Auri Jaya, jajaran pengurus PWI Pusat, serta puluhan pengurus PWI Daerah yang berperan sebagai admin portal daerah melalui pertemuan Zoom. Dalam rapat tersebut, jajaran PWI membahas berbagai persiapan menjelang peluncuran, mulai dari kesiapan jaringan website, aktivasi portal di masing-masing daerah, pengelolaan dan produksi konten, hingga penguatan sinergi pemberitaan antara PWI Pusat dan PWI Daerah. Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir mengatakan, persiapan jaringan website saat ini telah memasuki tahap akhir. Sebanyak 38 portal daerah telah disiapkan dan akan segera diaktifkan serta mulai diisi konten secara rutin sebelum peluncuran resmi. “Ibaratnya saat ini mobil sudah keluar dari showroom, tinggal dipanaskan mesinnya dan kita siap berlari pada 1 Oktober 2026, tepat di Hari Kesaktian Pancasila,” kata Akhmad Munir. Menurutnya, keberadaan 38 portal tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem informasi PWI yang terkonsolidasi dari tingkat pusat hingga daerah. Melalui jaringan tersebut, berbagai aktivitas organisasi, informasi jurnalistik, program peningkatan kompetensi wartawan, hingga isu-isu dari daerah diharapkan dapat terhubung dalam satu ekosistem digital PWI. “Website ini bukan hanya milik PWI Pusat, tetapi menjadi rumah bersama bagi PWI di seluruh Indonesia. Dengan 38 portal daerah yang terkonsolidasi, kita ingin informasi dan kegiatan PWI dari Aceh sampai Papua dapat terhubung, saling menguatkan, dan mendapatkan ruang publikasi yang lebih luas,” ujar Akhmad Munir. PWI Daerah Diminta Segera Aktifkan Portal Menjelang grand launching pada 1 Oktober 2026, seluruh PWI Daerah diminta segera mengaktifkan portal masing-masing dan mulai melakukan pengisian konten secara rutin. Setiap PWI Daerah juga diminta menunjuk seorang person in charge (PIC) yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan portal. Para pengelola daerah didorong mulai membangun ritme produksi dengan mengunggah berita setiap hari. “Karena itu, saya meminta seluruh PWI Daerah mulai mengaktifkan portalnya, menunjuk PIC dan membangun ritme pengisian konten sejak sekarang. Jangan menunggu 1 Oktober. Saat grand launching nanti, seluruh mesin harus sudah hidup dan 38 portal daerah sudah bergerak bersama,” tegasnya. Untuk memperkuat sinergi konten, pengelola portal daerah dapat berkoordinasi dengan tim PWI Pusat. Langkah tersebut diharapkan membuat konten-konten penting dari daerah memperoleh distribusi yang lebih luas melalui jaringan PWI. Sebaliknya, informasi yang berasal dari PWI Pusat juga dapat didistribusikan secara efektif hingga ke daerah. Akhmad Munir menegaskan, transformasi digital PWI tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur website. Penguatan jaringan digital juga harus disertai dengan peningkatan kualitas konten dan profesionalisme wartawan. “Transformasi digital bagi PWI bukan sekadar menghadirkan website. Yang lebih penting adalah bagaimana teknologi ini kita gunakan untuk memperkuat profesionalisme wartawan, memperluas distribusi informasi yang berkualitas, dan membangun kolaborasi antara PWI Pusat dan PWI Daerah,” ujarnya. PWI Channel Lengkapi Ekosistem Digital Konsolidasi 38 portal PWI Daerah menjadi kelanjutan dari langkah PWI Pusat dalam memperkuat kanal komunikasi organisasi berbasis digital. Sebelumnya, PWI Pusat telah meluncurkan podcast PWI Channel sebagai kanal komunikasi yang menghadirkan perbincangan mengenai dunia pers, komunikasi publik, perkembangan teknologi informasi, serta berbagai isu strategis lainnya. Pada konten perdananya, PWI Channel menghadirkan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi) Angga Raka Prabowo sebagai narasumber. Kehadiran PWI Channel dan jaringan 38 portal daerah diharapkan dapat saling memperkuat. Portal daerah menjadi ruang distribusi informasi dan pemberitaan dari berbagai wilayah Indonesia, sementara PWI Channel memperluas format komunikasi PWI melalui konten audiovisual dan perbincangan bersama berbagai narasumber. “PWI Channel sudah kita mulai, sekarang 38 portal daerah kita konsolidasikan. Ke depan, seluruh kanal ini harus saling terhubung sehingga PWI memiliki ekosistem digital yang kuat, aktif, dan mampu mengikuti perkembangan cara masyarakat mengonsumsi informasi,” kata Munir. Dengan terkonsolidasinya 38 portal daerah bersama PWI Pusat dan diperkuat PWI Channel, PWI mendorong terbentuknya jaringan komunikasi organisasi yang menghubungkan aktivitas pers dari berbagai wilayah Indonesia dalam satu ekosistem digital.
Tag: Lazy Pulp
Seni Budaya Pulpy Kenalkan Indie Rock Pontianak Lewat Single Debut “Lazy Pulp”
Redaksi Radar Khatulistiwa
23/09/2026
Nasional
Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat terus memperkuat konsolidasi organisasi melalui transformasi digital. Sebanyak 38 portal PWI Daerah di seluruh Indonesia kini dipersiapkan untuk terkonsolidasi dan diluncurkan secara serentak pada 1 Oktober 2026, bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila. Persiapan konsolidasi jaringan website tersebut dibahas dalam rapat di Kantor PWI Pusat, lantai 4 Gedung Dewan Pers, Jakarta, Selasa (22/9/2026). Rapat dipimpin Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir bersama Sekretaris Jenderal PWI Pusat Marthen Selamet Susanto, Ketua Bidang Multimedia dan IT Hilman Hidayat, Ketua Bidang Penyiaran Auri Jaya, jajaran pengurus PWI Pusat, serta puluhan pengurus PWI Daerah yang berperan sebagai admin portal daerah melalui pertemuan Zoom. Dalam rapat tersebut, jajaran PWI membahas berbagai persiapan menjelang peluncuran, mulai dari kesiapan jaringan website, aktivasi portal di masing-masing daerah, pengelolaan dan produksi konten, hingga penguatan sinergi pemberitaan antara PWI Pusat dan PWI Daerah. Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir mengatakan, persiapan jaringan website saat ini telah memasuki tahap akhir. Sebanyak 38 portal daerah telah disiapkan dan akan segera diaktifkan serta mulai diisi konten secara rutin sebelum peluncuran resmi. “Ibaratnya saat ini mobil sudah keluar dari showroom, tinggal dipanaskan mesinnya dan kita siap berlari pada 1 Oktober 2026, tepat di Hari Kesaktian Pancasila,” kata Akhmad Munir. Menurutnya, keberadaan 38 portal tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem informasi PWI yang terkonsolidasi dari tingkat pusat hingga daerah. Melalui jaringan tersebut, berbagai aktivitas organisasi, informasi jurnalistik, program peningkatan kompetensi wartawan, hingga isu-isu dari daerah diharapkan dapat terhubung dalam satu ekosistem digital PWI. “Website ini bukan hanya milik PWI Pusat, tetapi menjadi rumah bersama bagi PWI di seluruh Indonesia. Dengan 38 portal daerah yang terkonsolidasi, kita ingin informasi dan kegiatan PWI dari Aceh sampai Papua dapat terhubung, saling menguatkan, dan mendapatkan ruang publikasi yang lebih luas,” ujar Akhmad Munir. PWI Daerah Diminta Segera Aktifkan Portal Menjelang grand launching pada 1 Oktober 2026, seluruh PWI Daerah diminta segera mengaktifkan portal masing-masing dan mulai melakukan pengisian konten secara rutin. Setiap PWI Daerah juga diminta menunjuk seorang person in charge (PIC) yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan portal. Para pengelola daerah didorong mulai membangun ritme produksi dengan mengunggah berita setiap hari. “Karena itu, saya meminta seluruh PWI Daerah mulai mengaktifkan portalnya, menunjuk PIC dan membangun ritme pengisian konten sejak sekarang. Jangan menunggu 1 Oktober. Saat grand launching nanti, seluruh mesin harus sudah hidup dan 38 portal daerah sudah bergerak bersama,” tegasnya. Untuk memperkuat sinergi konten, pengelola portal daerah dapat berkoordinasi dengan tim PWI Pusat. Langkah tersebut diharapkan membuat konten-konten penting dari daerah memperoleh distribusi yang lebih luas melalui jaringan PWI. Sebaliknya, informasi yang berasal dari PWI Pusat juga dapat didistribusikan secara efektif hingga ke daerah. Akhmad Munir menegaskan, transformasi digital PWI tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur website. Penguatan jaringan digital juga harus disertai dengan peningkatan kualitas konten dan profesionalisme wartawan. “Transformasi digital bagi PWI bukan sekadar menghadirkan website. Yang lebih penting adalah bagaimana teknologi ini kita gunakan untuk memperkuat profesionalisme wartawan, memperluas distribusi informasi yang berkualitas, dan membangun kolaborasi antara PWI Pusat dan PWI Daerah,” ujarnya. PWI Channel Lengkapi Ekosistem Digital Konsolidasi 38 portal PWI Daerah menjadi kelanjutan dari langkah PWI Pusat dalam memperkuat kanal komunikasi organisasi berbasis digital. Sebelumnya, PWI Pusat telah meluncurkan podcast PWI Channel sebagai kanal komunikasi yang menghadirkan perbincangan mengenai dunia pers, komunikasi publik, perkembangan teknologi informasi, serta berbagai isu strategis lainnya. Pada konten perdananya, PWI Channel menghadirkan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi) Angga Raka Prabowo sebagai narasumber. Kehadiran PWI Channel dan jaringan 38 portal daerah diharapkan dapat saling memperkuat. Portal daerah menjadi ruang distribusi informasi dan pemberitaan dari berbagai wilayah Indonesia, sementara PWI Channel memperluas format komunikasi PWI melalui konten audiovisual dan perbincangan bersama berbagai narasumber. “PWI Channel sudah kita mulai, sekarang 38 portal daerah kita konsolidasikan. Ke depan, seluruh kanal ini harus saling terhubung sehingga PWI memiliki ekosistem digital yang kuat, aktif, dan mampu mengikuti perkembangan cara masyarakat mengonsumsi informasi,” kata Munir. Dengan terkonsolidasinya 38 portal daerah bersama PWI Pusat dan diperkuat PWI Channel, PWI mendorong terbentuknya jaringan komunikasi organisasi yang menghubungkan aktivitas pers dari berbagai wilayah Indonesia dalam satu ekosistem digital.
Kebakaran Lahan 454 Hektare, KLH/BPLH Segel Konsesi PT Bintang Harapan Palma
QRIS di Pontianak Tembus 186 Ribu Merchant, UMKM Didorong Naik Kelas
Indonesia Bawa Praktik Lingkungan Berbasis Masyarakat ke BRICS India
KLH Larang Bakar Lahan 2026, Ini Sanksi bagi Pelanggar
Kategori berita
Olahraga dan Kesehatan
Cegah Diare Saat Kabut Asap, RSUD SSMA Ingatkan Pentingnya PHBS dan Pengobatan Tepat
Hari Fisioterapi Sedunia 2026, RSUD SSMA Pontianak Gelar Skrining Kebugaran
Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 Sukses, Edi Berharap Pontianak Kembali Jadi Tuan Rumah
Pontianak Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Bulu Tangkis Internasional 2026, Edi Sebut Jadi Motivasi Atlet Kalbar
Kenali Gejala TBC Sejak Dini, Cegah Penularan dan Tuntaskan Pengobatannya
Religi
Salat Istisqa di Pontianak, Wako Edi Ajak Umat Islam Berdoa Minta Hujan di Tengah Kabut Asap
Rakorda MUI se-Kalimantan di Pontianak Ditutup, Edi Dorong Sinergi Ulama dan Pemerintah
Pontianak Raih 12 Emas MTQ Kalbar 2026, Siap Jadi Tuan Rumah 2027
19 Kafilah Kota Pontianak Lolos Final MTQ Kalbar ke-34 di Kayong Utara
Pontianak Timur Juara Umum MTQ ke-34, Edi Targetkan Prestasi Lebih Tinggi di Tingkat Kalbar
Postingan Terbaru
- Pulpy Kenalkan Indie Rock Pontianak Lewat Single Debut “Lazy Pulp”
- Lima Juta Liter Air Tawar Kembali Tiba di Parit Mayor, Pemkot Pontianak Perkuat Pasokan Air Bersih
- Lima Qori-Qoriah Pontianak Raih Prestasi di MTQ Nasional 2026, Harumkan Nama Kalbar
- Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat terus memperkuat konsolidasi organisasi melalui transformasi digital. Sebanyak 38 portal PWI Daerah di seluruh Indonesia kini dipersiapkan untuk terkonsolidasi dan diluncurkan secara serentak pada 1 Oktober 2026, bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila. Persiapan konsolidasi jaringan website tersebut dibahas dalam rapat di Kantor PWI Pusat, lantai 4 Gedung Dewan Pers, Jakarta, Selasa (22/9/2026). Rapat dipimpin Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir bersama Sekretaris Jenderal PWI Pusat Marthen Selamet Susanto, Ketua Bidang Multimedia dan IT Hilman Hidayat, Ketua Bidang Penyiaran Auri Jaya, jajaran pengurus PWI Pusat, serta puluhan pengurus PWI Daerah yang berperan sebagai admin portal daerah melalui pertemuan Zoom. Dalam rapat tersebut, jajaran PWI membahas berbagai persiapan menjelang peluncuran, mulai dari kesiapan jaringan website, aktivasi portal di masing-masing daerah, pengelolaan dan produksi konten, hingga penguatan sinergi pemberitaan antara PWI Pusat dan PWI Daerah. Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir mengatakan, persiapan jaringan website saat ini telah memasuki tahap akhir. Sebanyak 38 portal daerah telah disiapkan dan akan segera diaktifkan serta mulai diisi konten secara rutin sebelum peluncuran resmi. “Ibaratnya saat ini mobil sudah keluar dari showroom, tinggal dipanaskan mesinnya dan kita siap berlari pada 1 Oktober 2026, tepat di Hari Kesaktian Pancasila,” kata Akhmad Munir. Menurutnya, keberadaan 38 portal tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem informasi PWI yang terkonsolidasi dari tingkat pusat hingga daerah. Melalui jaringan tersebut, berbagai aktivitas organisasi, informasi jurnalistik, program peningkatan kompetensi wartawan, hingga isu-isu dari daerah diharapkan dapat terhubung dalam satu ekosistem digital PWI. “Website ini bukan hanya milik PWI Pusat, tetapi menjadi rumah bersama bagi PWI di seluruh Indonesia. Dengan 38 portal daerah yang terkonsolidasi, kita ingin informasi dan kegiatan PWI dari Aceh sampai Papua dapat terhubung, saling menguatkan, dan mendapatkan ruang publikasi yang lebih luas,” ujar Akhmad Munir. PWI Daerah Diminta Segera Aktifkan Portal Menjelang grand launching pada 1 Oktober 2026, seluruh PWI Daerah diminta segera mengaktifkan portal masing-masing dan mulai melakukan pengisian konten secara rutin. Setiap PWI Daerah juga diminta menunjuk seorang person in charge (PIC) yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan portal. Para pengelola daerah didorong mulai membangun ritme produksi dengan mengunggah berita setiap hari. “Karena itu, saya meminta seluruh PWI Daerah mulai mengaktifkan portalnya, menunjuk PIC dan membangun ritme pengisian konten sejak sekarang. Jangan menunggu 1 Oktober. Saat grand launching nanti, seluruh mesin harus sudah hidup dan 38 portal daerah sudah bergerak bersama,” tegasnya. Untuk memperkuat sinergi konten, pengelola portal daerah dapat berkoordinasi dengan tim PWI Pusat. Langkah tersebut diharapkan membuat konten-konten penting dari daerah memperoleh distribusi yang lebih luas melalui jaringan PWI. Sebaliknya, informasi yang berasal dari PWI Pusat juga dapat didistribusikan secara efektif hingga ke daerah. Akhmad Munir menegaskan, transformasi digital PWI tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur website. Penguatan jaringan digital juga harus disertai dengan peningkatan kualitas konten dan profesionalisme wartawan. “Transformasi digital bagi PWI bukan sekadar menghadirkan website. Yang lebih penting adalah bagaimana teknologi ini kita gunakan untuk memperkuat profesionalisme wartawan, memperluas distribusi informasi yang berkualitas, dan membangun kolaborasi antara PWI Pusat dan PWI Daerah,” ujarnya. PWI Channel Lengkapi Ekosistem Digital Konsolidasi 38 portal PWI Daerah menjadi kelanjutan dari langkah PWI Pusat dalam memperkuat kanal komunikasi organisasi berbasis digital. Sebelumnya, PWI Pusat telah meluncurkan podcast PWI Channel sebagai kanal komunikasi yang menghadirkan perbincangan mengenai dunia pers, komunikasi publik, perkembangan teknologi informasi, serta berbagai isu strategis lainnya. Pada konten perdananya, PWI Channel menghadirkan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi) Angga Raka Prabowo sebagai narasumber. Kehadiran PWI Channel dan jaringan 38 portal daerah diharapkan dapat saling memperkuat. Portal daerah menjadi ruang distribusi informasi dan pemberitaan dari berbagai wilayah Indonesia, sementara PWI Channel memperluas format komunikasi PWI melalui konten audiovisual dan perbincangan bersama berbagai narasumber. “PWI Channel sudah kita mulai, sekarang 38 portal daerah kita konsolidasikan. Ke depan, seluruh kanal ini harus saling terhubung sehingga PWI memiliki ekosistem digital yang kuat, aktif, dan mampu mengikuti perkembangan cara masyarakat mengonsumsi informasi,” kata Munir. Dengan terkonsolidasinya 38 portal daerah bersama PWI Pusat dan diperkuat PWI Channel, PWI mendorong terbentuknya jaringan komunikasi organisasi yang menghubungkan aktivitas pers dari berbagai wilayah Indonesia dalam satu ekosistem digital.
- Tikar Bidai Bengkayang Resmi Masuk Proses Pendaftaran Indikasi Geografis
- Pemkot Pontianak Perkuat Sertifikasi Halal, 41 Pelaku UMKM Ikuti Pelatihan SPJH
- Edi Tegaskan Pelaku Pembakar Lahan di Pontianak Harus Ditindak, Dua Lokasi Karhutla Diselidiki